Sabtu, 14 September 2013

Balada wisudanisasi

Oke baiklah sebenernya saya bingung mau mengurai benang kusut di otak saya ini dengan gaya melowisasi atau somplakisasi. Benar benar kontroversi hati. wkwkwk *ga jelas banget idup lo ni* Well...zaman sepertinya telah banyak berubah. Empat tahun sudah purna waktu melipat. Saya merasa sudah sangat tua jika dibandingkan dengan anak-anak sekarang (?). Setidaknya sekarang saya punya bekal cerita pada anak cucu saya kelak ketika ditanya bagaimana rasanya kuncir toga bergeser dari kiri kekanan.
"Baiklah para wisudawan dipersilahkan untuk berdiri. *kami serempak berdiri, membusungkan dada dengan jumawa*
"Kuncir toga dipersilahkan untuk digeser kekiri." *SRET!! dengan gaya slow motion saya geser kuncir hitam nan gagah itu dengan perasaan bergetar.*
"Yak, dan sekarang mari kita geser sama-sama kuncir toga itu kekanan." *WHAAATTTTT?????? Remuk redam sudah hati ini. Empat tahun sodara-sodara, empat tahun saya berjuang dikampus gajah ini demi menyusun kekuatan menggeser kuncir toga dari kiri ke kanan. huks. *ambiltisu.

Saya bersyukur, alhamdulillah, akhirnya bisa berfoto juga dengan Pak Dekan di Graha Sabha Pramana. Tapi ini bukan akhir dari jejak langkah saya di jogja. Perjalanan saya dikota ini masih panjang. Saya masih sekolah profesi. Setahun. Yuhuuu...
Tapi mungkin lain cerita bagi teman-teman saya yang difakultas lain. Ini bisa jadi menjadi akhir, sehingga euforia ceremonial wisuda jadi lebih terasa. Lebih berkesan. Lebih... Syahdu? Atau ini adalah awal langkah mereka keluar kandang. Keluar dari zona nyamannya dan menyandang statusisasi baru sebagai pekerja. Itu berarti satu persatu mereka akan meninggalkan Jogja. Lepas dari gelar mahasiswa. Lepas dari konspirasi kemakmuran yang diciptakan dosen mereka. Dan yang lebih menyedihkan, itu berarti mereka meninggalkan saya. Huks. Mempertakut dan mempersuram hari-hari saya kedepan.*plak jeplak geblug (digebukin orang sekampung).
 
Mereka adalah alasan kenapa saya betah di jogja. Entah sejak kapan. Makan bersama mereka kini terasa menjadi candu bagi saya. Tak ada satu pekan pun yang tidak saya lalui tanpa mereka. Haha aneh. Hanya didepan mereka saya tidak mau mengalah. Saya keras kepala. Saya kekanakan. Saya bisa menangis dan tertawa dalam waktu yang bersamaan. Bahkan, saya pernah ngambek seperti anak SD pada mereka. Hanya gara-gara masalah sepele. Haha. Ini pencapaian luar biasa dalam spidometer emosi saya. Jujur. Saya tak bisa membayangkan di november nanti ketika kalian pergi satu persatu. *oh cukup! Kenapa jadi hening begini? *Vickynisasi tolong jangkiti lagi jemari saya!! wkwkwk.

Puncak dari persahabatan kami mungkin ketika ekspedisi ke pantai jungok di awal maret (lihat postingan saya yang berjudul "terdampar"). Disana saya tak banyak menulis mengenai siapa saja sosok mereka. Yah mungkin karena waktu itu bertepatan dengan masa-masa autisme saya bersama skripsi, sehingga esensi kehadiran mereka belum begitu terasa. Mereka seperti mengikat saya perlahan-lahan tanpa saya sadari. Dan terakhir saya menoleh, ikatan itu ternyata telah menjadi sulaman pakaian musim dingin yang hangat. Bersama mereka, saya seolah lupa dunia saya yang lain. Bukan bersama meniti jalan pendewasaan memang, tapi jalan kekanakan. Haha. Yah, mereka seperti mesin waktu yang meretardasi proses berfikir saya. Simple. Berfikir bersama mereka seperti meredenomisasi mata uang. Sesimpel tertawa. Thats why, we are young.  *tsah. XD

Di permatagama (PG)-lah kami dipertemukan. Persaudaraan Mahasiswa Tasikmalaya Gadjah Mada itu kini benar-benar mempersaudarakan kami. Ada satu celetukan lucu yang hingga saat ini masih saya ingat ketika berkumpul dengan mereka. Mengenai kenapa ya PG 09 masih tetep suka ngumpul sampe sekarang padahal senior kita sudah lama terpencar-pencar begitu lepas jabatan. Satu-satunya jawaban yang paling rasional dan masih kami yakini hingga saat ini adalah... kamih. sama-sama. jombloisasih!! wkwkwk.

Hmm.. baiklah saya akan mulai memperkenalkan mereka disini. Sebagai catatan, tulisan saya mengenai mereka adalah subyektif saya, jika saya menggambarkan mereka terlalu berlebihan yah itu apesnya mereka aja.wkwkwk... Dan satu lagi, dibawah ini adalah aib. Maka karena ini adalah aib. Mari kita bongkar!!! wkwkwk.

1. Rindaros. Kedokteran. Penengah. Pendengar sejati. Dokter tangguh sekaligus psikiater handal yang ampuh membasmi kegilaan kami. Hmm.. eng... saya sih tepatnya. wkwkwk. Dia sadar betul bahwa saya alay. Dan itu sangat saya syukuri. Karena dengan begitu setidaknya dia siap siap memvaksin diri agar tak tertular virus saya. *apadeh. Hal tersukur yang paling saya syukuri adalah bahwa dia sangat sabar menghadapi saya. Dia cukup pendiam sehingga bisa mengimbangi toa seperti saya dan dia juga pawang yang sangat terlatih menjinakkan keriweuhan saya. *tarakdungces.
Selera makan kami sama, so kalo lagi gak pengen debat soal dimana tempat makan, saya akan ngajak nda doang tanpa yang lain. Kepraktisan sih sebenernya, kami sekost, serumpun, seSMA, dan seselera dalam hal apapun kecuali mecing mecingan baju. Gyahahaha. *ampunnda. Nda yang cuek. Nda yang simple. Nda yang to the point. Ibaratnya kalo saya sama nda nih sama sama dikasih baju oleh seseorang trus baik di saya ataupun nda ternyata bajunya kekecilan, saya akan pura-pura bilang bajunya bagus, tapi nda akan to the point bilang kalo bajunya kekecilan. Haha,,, lucu. Kadang saya heran memahami cara berfikirnya yang seolah tanpa beban. Saya bisa menyembunyikan sedih saya didepan banyak orang dengan dibalut tawa. Tapi tidak didepannya. Dia seperti peramal yang bisa meramal apa yang saya fikirkan dengan presisi tanpa saya banyak bicara. Bahkan ketika saya panik akan suatu hal, Nda selalu bilang "gak apa-apa kok santai aja. Itu cuma perasaan deyni aja." dan walaupun kalimatnya belum tentu 100% benar entah kenapa itu menenangkan bagi saya. Saya selalu tertarik mendengar pendapatnya mengenai apapun yang saya dengar, saya rasa, saya ketahui, saya tonton, saya sukai, saya minati, dan lain-lain. Karena entah mengapa, pendapatnya selalu logis buat saya. Saya tau bahwa dia sepenuhnya memahami saya, tapi saya tidak. Dia paham dibagian mana dia harus tertawa ketika saya bercerita, huks, terimakasih nda karena begitu setia tertawa ketika saya berusaha untuk melucu. Saya terharu. Saya sangat mengapresiasi usaha tertawamu. XD.

2. Anggi. Atau si Dimar biasa memanggilnya Acil. Anggi Kecil. hha. Sastra Inggris. Si darah B yang B banget. Sekretaris yang taat, rajin, dan berdedikasi tinggi, wkwk. Jago masak, jahit, bikin kerajinan, or whatever yang cewek banget. Saya kira jalinan ikatan yang tersulam diantara kami bermula dari rajutannya. Dia seperti ibunya geng PG 09. Mau tau kenapa? Karena dia mampu mempawangi Dimar dan Robi. Duo Prince gadungisasi PG 09.  wkwk.
Dialah pusat jaringan komunikasi ekspedisi-ekspedisi kami. Dan yang paling mengharukan adalah, dialah otak ide setiap kejutan-kejutan atau hadiah ulang tahun buat kami. "Ini kado semua Angi yang bikinin, trus ntar kalo Angi ulang tahun siapa yang bikinin kado?" Haha saya cuma bisa jawab "Insya Allah ada pahalanya, gi." *plak! jawaban macam apah. wkwkkw. Hebatnya, dia yang pertama diwisuda diantara kami. Dan yang pertama meninggalkan jogja. Tapi meskipun kau tak lagi dijogja, gi. Rajutan persaudaraan yang kau mulai masih bersemi diantara kami. Dan itu gak bisa saya lupakan. Saya berhutang padamu. Sungguh.
Sebelumnya saya tak pernah mau membuka diri pada kalian. Sadarkah? Pertama ke-interest-an saya berada ditengah-tengah kalian adalah ketika kalian mengajak 'truth n truth'. Permainan konyol yang entah siapa yang menciptakannya. Botol kosong atau pulpen atau hape atau apapun yang bisa berputar diletakkan diatas meja tempat kita melingkar. Kemana benda itu mengarah, dialah yang harus menjawab pertanyaan apapun yang dilontarkan padanya. Pertanyaa siapapun, dan peraturannya harus jujur. Dari sini saya kemudian bisa membuka mata bahwa betapa somplaknya kalian. Memahami satu persatu diantara kalian seperti wisata hati. Haha. Dan kau, Gi, di hari-hari terakhirmu di jogja mentraktir kami. Memesan apapun yang kami mau dan kemudian mencicipi satu persatu piring kalian adalah hal yang sungguh berkesan bagi saya. Taukah? Karena hanya kakak beradik saudara serumah yang bisa begini. Lalu tak hanya sampai disitu gi, dalam rangka ekspedisi terakhirmu, kau mengajak kami ke pantai. Lalu tercetuslah ekspedisi ke jungok. Sumpah. Itu pengalaman yang tak bisa saya lupakan seumur hidup saya. Itu pertama kalinya saya tidur beralaskan pasir beratapkan langit dan di-backsound-in suara debur ombak. Terlebih bersama kalian. Oh menyebalkan, kenapa saya jadi begitu emosional. Haha.
Sama seperti Nda, Angi juga berdarah B, simple, to the point, blak-blakan, tapi sedikit menakutkan, hahaa. Jika saya toa, maka suaramu 'menghebos' (what the?). wkwkwk. Kisah tentang ngambeknya Angi ke Dimar adalah kisah yang paling konyol yang tak bisa saya lupa.
"Cil, makasih mau jadi teman saya, semoga jadi anak soleh." wkwkwkwk itu sms si Laki fearless bernama Dimar. Etdah rasanya pengen ketawa sekenceng-kencengnya *ambiltoa. Haha.
Atau kisah tentang "Sekarang gini aja deh, Cil. Silahkan lo ngomong sepuasnya sama gue sekarang!! Besok? Kita gausah saling kenal lagi!" Gyahahaha...
Atau. "Udah ya Cil kita baikan, sinih sekarang gue follow lagi twitter lo."
"Apah? gue di unfollow?"
"Iya sinih cil minjem hape, gue follow lagi elu." Ngyahaha. Kocakisasi.
Terakhir dari saya gi, semoga kau mendapat tempat yang tenang di hati seseorang yang terbaik buatmu. Amin. Lebih soleh lebih cakep lebih baik lebih segalanya dari fanci manusia aluminium. Amin. wkwkwk.

3. Rindabeleu. Fisika. Saya telah menuliskannya di postingan saya sebelum sebelumnya berjudul "Accio Rinda!". Haha. Dia seperti titik pusat yang menghubungkan jaring-jaring pertemanan saya. Karena jika saya semeja dengan teman kkn saya, teman sekampus saya, dan anak-anak PG, maka Rinda adalah satu-satunya orang yang kenal semua teman saya. Haha. Dia memang supel. Gampang akrab. Berisik juga sama seperti saya. Kadang berisiknya selevel dibawah saya kalo pas kumpul anak PG. Kadang juga bertingkat-tingkat diatas saya kalo pas sama anak KKN. Rinda yang ahli bermain kode. Ahli memecahkan kode. Ahli bahasa ambiguitas tingkat dewa.  Kadang beberapa orang bisa salah kaprah menterjemahkan maksud dari kalimatnya. Dan itu membuat saya gregetan. hha. Saya kira dulu saya cukup memahaminya, tapi semakin saya mencoba memahaminya semakin saya tak paham. Hehe. Padahal kita sama-sama darah A. Saya merasa kau semakin pendiam, nak. Entahlah. Terakhir saya melihatnya masang tampang melipat. Cemberut. Tak bergairah. Kalo ditanya ogah-ogahan. Padahal dulu dia ceria. Selalu keliatan kalau kau sedang bad mood, nda. hho, *eh? Jangan-jangan saya juga selalu keliatan ya kalo lagi bad mood? hmm... Kata-kata yang selalu Agi ucapkan pada saya ataupun Rinda adalah "Don't be overthink!!". ^_^. Eh eh btw Rinda disebut mirip Pretty Zinta loh sama Obi. Ciyeee... "Core core cupke cupke." Haha biasanya kami nyanyi lagu itu untuk menghiburnya. Senyum loh, biar lesung pipitnya kelihatan. Hehe. Tak ada hujan yang tak reda. Selalu ada pelangi diujung hujan. Yuk mari hujan-hujanan. "Hose hamaaree pyarekaree phir milengge chalte chalteee." Aseeek. *apasihdey. XD. Setidaknya saya sekarang mengerti, bagaimana saya harus bersikap ketika kau bad mood. ^_^. Just say, soriii... :D

4. Hime. Kedokteran Hewan. Tak disangka, dia juga pandai menulis di tumblr. Bahasanya tingkat dewa. Spesialis galau tapi. wkwkwk. Ceria. Prinsipnya adalah semua celah dalam percakapan bisa mengarahkannya pada curc. U know? Curcol maksudnya. wkwk. Percakapan konyol bersamanya yang paling saya ingat adalah gini...
"kamu punya obeng ga?"
"Enggak."
"Kalo nomer hape punya kan?" *are u kidding me?wkwkwkwkkw.... kocakisasi dah. Banyak sebenernya curc nya dia. Ahli gombal dah. Saking banyaknya sampe sampe tak banyak yang bisa saya ingat. Saya pikir kalimat semacam "kalo Jokowi kurus gara-gara mikirin jakarta. Maka aku kurus gara-gara mikirin kamu." adalah kalimat ciptaan makhluk sespesies dengannya. Atau kalimat "Masa aku harus jadi indomi biar jadi seleramu." wkwkwkwk. Ampun deh kreatif beut.
"Enakan jadi dokter hewan kali, kalo gue salah nyuntik, pasien gue kagak bakal ada yang protes." *menurutlooooh. Dia lebih muda setahun dari kami. Mungkin itu kali yang membuat dia agak kekanakan. Haha. Tapi itu yang membuat kita saling melengkapi. Saya tak pernah mendapatinya bercerita dari hati ke hati ke kami. Entahlah. Mungkin karena saking cheerful nya dia sehingga saya melihatnya seperti datar datar saja menghadapi gejolak masa muda *tsah. Tau-tau jadian sama si ini. Tau tau udah putus. Iya ya? saya baru sadar. Hmm... ceritalah hey. haha.

5. Dimar. Elins. Nah ini nih. Sosok zafran dalam 5 cm mengingatkan saya padanya. Bedanya si zafran nyastra, pede gila sama puisi-puisinya. Kalo Dimar itu narcisus bangetus. Merasa dirinya adalah casanova. Bak Rohan dalam film "Student of the Year". Pede gila sama setiap kata filosofisya yang ajaib. Yang kadang-kadang maksud dari kalimatnya hanya dia dan Tuhan yang tau. Yang jelas kehadirannya seolah membuat semua ketidaknormalan disekeliling saya hanya bersumber pada satu hal : otaknya. Terlebih caranya berbicara, seakan memancarkan gelombang kesotoyan luar biasa. Wkwk
Sebagaimana zafran yang sok punya album singel best of the best. Dia juga punya album coy. Judulnyah? Lu mau tau judulnya ape? Jeng jerereng jeng jeng...... "Mengapa aku ganteng?" Etdah rasanya pengen ketawa sambil nahan kentut deh. Apalagi kalo kamu tahan dengerin lirik lagunya sampai akhir. Beuh 'semua perempuan tergila-gila blablabla' ckckckck dijamin lu muntah berak seharian.  XD.
"Dimana letak kesombongannya? Ini adalah sebuah pertanyaan 'mengapa aku ganteng? Ini pertanyaan broh bukan pernyataan." Begitulah jawabnya. Saya cuma bisa mengheningkan cipta. Huks saya sebagai temannya sudah kehabisan akal menyadarkannya. Tuhan tolong. *jedot-jedotin pala.
Mau mendengar dia curc? Haha gampang. Tak perlu repot repot bertanya, tinggal mancing dikit, maka akan 'ngaburudul' dengan sendirinya. wkwkwkwk.
Ceritanya pas ke pantai Jungok itu kita truth n truth disana. Nah dia ditanya "lagi suka sama siapa?" Dengan malu-malu dia jawab *nama disamarkan*. "Oh gue tau, dia yang suka mensyen-mensyenan di twitter sama lo kan?" Tawa setan kami membahana. wkwkwk. "Aseeek bongkar ah bongkar!!" Dan dengan mulus dia jawab. "Eh jangan, dia pacar orang." Jyahahahaha.... bisanya aja dia ngeledekin orang, lah dia sendiri kisah cintanya lebih suram daripada sejarah PKI. XD.
Dia menggelari dirinya dengan sebutan Laki fearless. Beuh mantep banget kan, kurang keren gimana coba sebutannya. Masalahnya sampe sekarang tak ada bukti yang mendukung keabsahan gelar itu. wkwkwkwk. 
Percakapan konyol yang masih saya ingat sampe sekarang adalah ketika saya jarkom ngajak makan sama mereka. Lagi-lagi dia berhalangan hadir.
"Susah ya diajak makan doang."
"Ya deyni sih ngajaknya pas deyni bisa doang, pas deyni ga bisa mah kagak ngajak."
*kemudian hening *dan saya kemudian ketawa-tawa sampe mata berair. Dasar aneh.
Tapi dia pehatian loh. Masa' ya karet kawat gigi Enda ganti warna aja dia satu-satunya yang 'ngeh'. "ih sekarang jadi ijo." Padahal waktu itu suasana lagi hening.
Atau saya yang berkali-kali pake baju itu terus dia akan komentar "gak mandi ya?" padahal yang lain gak ada yang merhatiin sedetail dia. Lalu jika diantara kami ada yang murung, dia pasti ngerasa. Dan dia akan yang paling cerewet sok  menghibur dengan caranya yang aneh. haha.
Prestasi saya sejauh ini tentangnya adalah saya pernah dibayarin makan olehnya bahahahaaa... *ini penting banget dong, secara dia pelitnyaaaaa naudzubillah. wkwk.
Ada yang lebih ajaib tentangnya, "Mar, lo wisuda agustus?"
"Kagak."
"Lah kenapa? Bukannya udah beres sidang?"
"Udah tapi males ngurusin syarat-syaratnya. Ribet. Ntar aja deh November." *ajegile banget kan? Jyahaha.
Prinsip hidupnya adalah "yang penting yakin!!"
"Eh Mar lo tau jalan pulang kan?"
"Sudahlah yang penting yakin!" Dan akhirnya kesasar. Hahaha yakin pale lo. Itu semacam mantra Aal iz well nya 3 idiot. Bedanya 'yang penting yakin' ala dinar adalah wujud dari kenekadan. Dasar aneh.


6. Robi. Teknik Sipil. Kalo di 5 cm, Robi mengingatkan saya pada Arial. Yang makan apapun jadi asal ada kecap. Haha. Kalo Arial ngedadak degdegan setengah idup kalo diajak kenalan sama cewek, Kalo Robi.... duh gatega, gajadi deh. wkwkwkwk.
Sama kayak Dimar. Dia juga merasa dirinya adalah casanova. Prince Ganteng yang serasa Abimanyu dalam "Student of The Year". Yang menyebalkan kalo si dimar sama robi bercakap-cakap.
"Hai abimanyu jangan lupa jemput aku."
"Siap, Rohan."
*yaiks.dasar norak!
Dia salah satu pria pecinta film bollywood. Hhaa mau nonton film kahona pyar hai? Kuch kuch hota hai? Dil to pagal hai? Mohabbatain? Dil hai tumhara? Kabhi kushi kabhi gam? Minta robi, dia punya lengkap sama mp3 nya. Wkwkwk.
Pokoknya kemanapun mau makan asal ada telornya gak masalah bagi robi. Dia gak begitu suka lauk pauk yang berbentuk aslinya. Misalnya ayam yang masih kelihatan berbentuk dada atau paha. Atau ikan yang berbentuk ikan (?). Dia baru akan makan kalo ayam itu telah dicincang, atau ikan yang sudah di fillet. Gila kan sampe apal gini kita tentang makanan kesukaan masing-masing. Habis aneh-aneh sih dia. Haha. Robi selalu membawa bendera perdamaian diantara kita. Selalu mengambil jalan tengah. Tak neko-neko masalah pertemanan. Solutif. Dan tak terlalu mau ambil resiko *sotoy. Haha (sudah saya bilang, ini subyektif saya).
Sudah 6 tahun yang lalu ternyata saya kenal dia. Saya sekelas dengannya kelas 1 SMA. Banyak perubahan darinya sejauh pengamatan saya. Misalnya dia dulu kayak kripik. Garingsong coy haha. Sekarang selera humornya meningkat pesat. Dulu dia jaim tingkat dewa. Sekarang dia jauh lebih cuek dan semau gue. Yang paling saya ingat tentangnya adalah ketika ujian SMA dan berjamaah kami contek mencontek dengan menyebar kertas contekan dari meja ke meja. Dia satu-satunya (sepertinya) yang menahan kertas contekan itu dan sama sekali tak meliriknya. Apesnyaaaah dia duduk dibelakang saya dan itu berarti hidup dan mati saya ada ditangannya. wkwkwkwk. Yah jahiliyah masa-masa SMA tuh. Sekarang mah kagak kok santai aja. XD.
Otak dari ekspedisi kami ke jungok adalah dia. Dia yang merencanakan segalanya sampai tektek bengek tenda dan instruksi apapun dia yang mengkoordinir. Hebatnya dia juga yang ngangkut 6 botol aqua 1,5literan naik dan turun bukit. Jyahahaha. Bagi kami, semacam ada kepuasan tersendiri membully dia. XD. *ampunbi. Dan hal yang paling dia takuti adalah... em... eng... waria. Haha...


7. Dimy. Elins. Dia punya sejuta kosakata ajaib yang membuat dahi kami seringnya mengernyit. Pernyataannya yg paling aduhai adalah begini "saya tipe orang yang tidak suka meremehkan. Itulah mengapa piring saya selalu bersih?" *hayooo bingung kan lo?wkwkwk. (remeh:remah nasi dalam bahasa sunda).
Sejauh ini hobinya adalah meneror kami dengan "404 server not found" nya. Bagi yang pernah nonton film "Sadako", pasti ngerti. Intinya adalah film itu menceritakan tentang video kematian yang disebarkan di internet. Orang yang menonton film itu akan seketika mati karena tiba2 hantu semacam kuntilanak muncul dr layar laptop/komputer/hape mencekik yang nonton. Biasanya org yg isenglah yang niat nyari video itu search di mbah google, dan begitu link video itu di klik seketika akan muncul "404 server not found". Naaaaaah bayangkan ditengah malem Dimy ngirim pesan isinya
 "404 server not found"
 .404 server not found
..404 server not found
.404 server not found
404 server not found.???

Meminjam istilah si hime "hampir aja gue banting hape biar si kunti kagak jadi loncat dr layar." *menurut nganaaaaa? wkwkwkwk.

8. Indi. Keperawatan Gigi. Sefakultas dengan saya. Sangat hobi 'rapat'. Jika dia absen mengikuti ekspedisi kami, kami akan otomatis mengangguk "hmmm seperti biasa merapat, sambil kedip2." wkwkwk

9.Apin. Gizi. Si penyuka spongebob. Penyuka basket. Dan diantara kami, dia paling deket dengan Enda. Dia tuh pandai mencairkan suasana. Kocak. Dan ceplas ceplos. Hha

10. Edgin. Teknik Industri. Wanita petualang sejati. KKN di papua adalah pencapaiannya yang sangat luar biasa banget menurut saya. Dan terakhir dia habis dari Korea. Yippi oleh oleeeh, hehe.

11. Ena. Geografi. Ena pendiam. Penyuka sepeda. Murah senyum, baik hati ramah tamah dan rajin menabung. hehe. Terakhir bertemu dengannya dia mengajak kita2 masak di kontrakannya. Ayo siap! Hho

12. Inyong. Teknik Sipil. Pendaki gunung sejati. Peralatan naik gunungnya lengkap beuuuuttt. Mulai dari ransel yang segede gaban, tikar tidur, kompor, tenda, dll. Koki sejati di gunung. Haha. Semua logistik perut dia yang masak. Mulai dari spageti, susu coklat, dan mie rebus. Haha.

13. Adi. Teknik Sipil. Talk less do more banget deh. Tau tau ilang pas sama sama mendaki, padahal dia yang bawa tenda. Haha.

14. Upi. Teknik Elektro.Dia hilang diculik paus. Entah kemana tak ada kabar. Padahal dia teman saya semasa SMA. 2 tahun kami sekelas. Yang paling saya ingat tentangnya adalah pas Ndi kena musibah kehilangan sejumlah hartanya, kami ketika itu panik dan bingung harus gimana. Sepertinya ketika itu upi-lah yg paling tenang memberikan solusi. Kebapakan banget dah. Berbondong bondong kami ke kantor polisi nganterin ndi. Nunggu dikantor polisi sampe malem banget nungguin ndi diwawancara. Terharu deh sama baiknya kalian. Hho. Hmmmm...Tapi sekarang dia pergi digondol leak. Fiuh.

Lalala yeyeye akhirnya selesaaaaiiii. Sudah ah pegal. Tarik selimut dan bismika allohumma ahya wabismika amut. Kalo ada salah2 diedit kapan2 deh,hho :)

Rabu, 24 Juli 2013

flowablekah?

Semua berjalan seperti biasa

Pagi masih muda

Tak ada yang istimewa

Alam masih menyanyikan lagu yang sama

Masih kupinjam rintik hujan

hingga merekahlah kuncup2 kehidupan tatkala embun menyapanya

Angin pun,bahkan tak pernah permisi menggandeng dendelion

hingga tersemailah harapan baru ditiap jengkal tanah yang mereka lalui

Rindu bulir padi, masih untuk derak terompah petani tiap pagi

hingga ia menguning dan selesailah tugasnya menjadi wasilah rantai kehidupan

Bahkan bintang, bahkan awan, bulan, jagat raya, alam semesta

Sama

Irama yng mereka nyanyikan tetap sama

Seolah untuk itulah mereka ada

Untuk menyertai keteraturan kosmik

Hingga seimbang

Tak ada cacat

Samakah? Atau jangan2, sayakah yang cacat?

Saya tahu, kamupun tau,
Hal yang pernah diajarkan oleh ibu sedari kandungan,
Bahwa ada Superpower yang mengatur semuanya

Pun irama tarian daun yang jatuh tertiup angin

tak pernah luput dari-NYA

Pun tiap detail liukan air disepanjang sungai, bahkan riaknya

Pun seekor semut hitam, diatas batu hitam, pada suasana gelap terpencil nan hitam
diketahui-Nya

Bahkan, garis yang telah tertoreh dalam kitab lauhul mahfudz

Untuk saya

Yang masih takjub dengan irama hidup saya

Sudah refrain, puncak nada, sungguh.

Saya kira akan kehabisan suara, ternyata Dia tak menghendaki saya berhenti bernyanyi

TanganNYA ternyata mengatur disebalik layar

hingga,,,
Pertanyaan yang sama yang diajukan-NYA pada jiwa

Fabiayyi aalaa irobbikuma tukadziban?

"kamukah yang menurunkannya? Atau Kami?"

"kamukah yang menghidupkannya? Atau Kami?"

"kamukah yang menumbuhkannya? Atau Kami?"

"sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami jadikannya asin."

"sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami hancurkan sampai lumat maka kamu akan heran tercengang."
(QS Al-Waqi'ah)

Gerimis hati ini.
Ya Allah, bantu aku menjagi hati ini, agar Kau ridha menitipkan 'rahasia'-MU padaku.
Ya Allah, bantu aku membeningkn qolbu ini, agar kumampu menangkap cahayaMU. Amin.

Nada ini masihkah dianggap bersumber dari kespontanan?

Bodoh

Saya bodoh

Tentu saja ada jetikan jari yang membuatnya merdu

Ah ya, jika kedewasaan berbanding lurus dengan kebebalan

Maka tntu saja saya tak mau dewasa, setidaknya sekarang ini

Biarlah saya menikmati euforia kepolosan bocah TPA,
Katanya "enak ya jadi orang dewasa, tapi susah ngejalaninnya."
Hasyah dari hongkong? Hha demikianlah.
JRENG....jreng jeng... begitulah bunyi akhir lagunya. Sekian
*nyodorin bekas aqua isi koin. :|

Rabu, 17 Juli 2013

hanya sekali

Biarlah untuk sekali ini saja,
Aku mengaduh pada langit,
Yang tak kunjung menitipkan hujan untukku
Pada awan kelabu itu

Biarlah untuk sekali ini saja
Aku menyerah pada waktu
Yang tak kunjung dapat kukejar
Hingga kudapati kekuatan baru

Biarlah untuk sekali ini saja
Aku mengalah pada inginku
Yang tak kunjung dapat kugenggam
Hingga Tuhan menggantinya untukku

Biarlah untuk sekali ini saja
Aku menangis karena haru
Karena kini kusadari, Ya Tuhanku
Aku tanpaMu butiran debu

Selasa, 16 Juli 2013

Bogosippo

SAya rindu,
Pada daun di musim semi,
Yang mengikhlaskan dirinya jatuh terburai
Demi menitipkan setitik harap pada para penyapu jalan disetiap pagi

Saya rindu,
Pada kelapa di sepanjang horison biru
Yang seumur hidupnya tak bisa berpindah dari tempatnya
Tapi buahnya, mampu menjelajahi berbagai benua
Menaiki ombak yang menghantarkannya

Saya rindu,
Pada suara gemericik air
Yang mewakafkan dirinya untuk setia
Membasuh tiap noktah noda penghuni semesta

Saya rindu,
Pada itu
Pada sesuatu
yang tak ada


Sabtu, 29 Juni 2013

random-kkn-tips

*Lap, pfuh *tiup2. Menghela nafas dan bismillah

Capek ya ternyata baca blog saya, haha. Habis nostalgia gitu deh sekedar  bersay hello pada kilauan awan. Apakah dia masih menampakkan sinarnya? Ah ternyata saya yang terlalu berharap banyak. Dia ternyata kini teronggok ta berdaya bersama debu debu dari serpihan waktu. Padhal usianya sudah setahun lebih. 

Semakin menguatkan asumsi saya bahwa dalam konteks ini lamanya waktu tak ada korelasinya dengan muatan. Sama halnya kedewasaan seseorang yang tak ada hubungannya dengan usia. Kuat atau tidaknya suatu logam itu bukan hanya dpengaruhi oleh molekul yang menyusunnya, tapi juga oleh proses yang pernah dilaluinya. Bintang, tak akan bisa dilihat tanpa kegelapan. Begitupun kilauanmu,awan. Setelah lama kupadamkan, bersinarlah sekarang!! Hha apofasis banget kan.

Oke intinya kita mulai menulis lebih sederhana. To the point sih pengennya.  Emmm nggg, Soalnya kadang saya juga pusing sendiri baca tulisan saya yang acak adut gajelas, wkwk.

Saya ingat kata2 bang tereliye dalam seminarnya bahwa ternyata tak ada tulisan yang baik atau buruk, yang ada adalah tulisan yang relevan atau tidak relevan. Baiklah karena sekarang adalah musimnya adik2 yang mau berangkat kkn jadi lets say about kkn.
Smoga tulisan ini relevan buat adik2 yang mau kkn. Amin. Xixi.

Iya saya juga sempat tersentak ketika disuruh menulis artikel tentang kkn. Perasaan baru kmaren saya kkn kok tiba2 adek kelas udh mau berangkat kkn lagi. Cobalah tengok berapa ekor tulisan yang saya posting semenjak september taun lalu sampai skarang? Dikit banget. *hasyah Sangat tidak produktif.

Jadi kkn itu adalah singkatan dari Kuliah Kerja Nyata yang merupakan program wajib yang harus dijalani oleh mahasiswa jenjang S1 dan blablabla oke kalian lebih ngerti lah ya masalah teori2 kkn. Tapi saya disini gak akan bahas teoritis karena itu ranahnya LPPM, kita bahas....jeng jeng.... Niat!

Yup NIAT.
Karena setiap amal perbuatan akan diberi balasan sesuai dengan niatnya, maka  saya tanya: kamu kkn ngapain?
.karena program kampus?
.biar dpt nilai A?
.Ajang cari temen?
.latihan terjun di masyarakat?

Well, ya okelah. But.. Not just it. We have mission.

The mission is : Dakwah.
Berat ya rasanya denger kata dakwah. Hho oke sederhananya, mewarnai dengan kebaikan.

Banyak peluang-peluang kebaikan yang bsa kita tanami dilingkungan kkn.
Peluang #1, menjaga.
Menjaga diri.
Hal yang pertama harus kita lakukan adalah menjaga diri. Amal yaumiyah di konsistenkan.
Enaknya ditempat kkn itu, kita bisa shalat berjamaah terus menerus 5waktu. Apalagi buat anak yang bukan kontrakan, ini sangat menguntungkan untuk menempa diri membiasakan diri shalat tepat waktu dan berjamaah. Ditambah temen2nya pada semangat shalat berjamaah, beuh,mantep dah. Insya Allah yang begini ini yang akan menambah keberkahan kkn. Amin.

Trus ibadah sunnahnya juga. Dhuha. Qiyamul lail/tahajud. Tilawah min 1juz perhari usahakan banget itu. Trus hafalan jagan sampe mandek, apalagi berkurang. Puasa sunnahnya juga untuj mempersiapkan bulan puasa.
Iya loh kkn tuh kan pas bulan puasa, momen bagus banget buat mewarnai. *oke kita bahas nanti.

Yang ga kalah penting adalah,untuk yang sudah memiliki jadwal ngaji pekanan sementara lokasi kkn jauh dari kampus, jangan panik. Disana kalian bisa mencari link murobbi pengganti atau minta transfer ke murobbinya masing2. Kenapa jadwal ngaji pekanan itu penting? Ya tentu, itu akan menjadi sarana penting untuk memenuhi asupan ruhani selain amal yaumi. So, jangan sampe ngaji pekanannya mandek selama kkn. Kalo ternyata gak dapet ustadz/ustadzah disana, bisa mengumpulkan teman2 yang mau diajak ngaji, trus bikin forum ngaji deh. Pematerinya bisa bergiliran. Saya juga begitu tuh pas kkn kmaren, menambah ilmu baru loh, masya Allah, soalnya isi materinya bisa share tentang keilmuwan masing2. Beda2 fakultas kan? So, bisa sekalian penyuluhan gigi buat anak fkg,hho. *ups.
Oh iya, isi forum ngaji gak mesti membahas materi yang berat2 kok. Cukup hal sederhana namun dimaknai bersama, insya Allah hal itu akan melatih mata hati dalam melihat sisi2 positif dari setiap peristiwa.

Kemudian menjaga teman.
Setiap anggota kkn itu terdiri dari fakultas yang berbeda. Daerah asal yang berbeda. Watak yang berbeda. Bahkan keyakinan berbeda. Jadi pandai2lah mengajak teman pada kebaikan. Atau minimal mencegahnya dari sesuatu yang buruk. Misalnya ditempat kkn teman saya ada warga yang pemudanya itu suka mabuk2an dan kadang2 mengajak anak2 kkn juga. Nah pentingnya saling mengingatkan dan saling peduli itu dalam kondisi seperti ini.
Lebih baik lagi kalo ada temen yang mau diajak ngaji bareng *untuk yang muslim tentunya. Misalnya materi2 tentang fikh wanita tuh buat para putri. Penting sekali membahas mengenai fikih thaharah, karena ternyata ada juga yang belum mengetahui mengenai bagaimana bersuci atau mandi besar, atau membedakan cairan2 yang keluar, dll. Itu soalnya jadi bahasan menarik ditepat saya,hhe. Sukur2 kalo grup ngajinini bisa awet sampe pasca kkn. Masya Allah semoga ya... :)

Menjaga masyarakat.
Percayalah, kalian disana akan sangat dihormati oleh warga. Apalagi mereka yang tinggal di pedesaan ditempat yang sulit akses ke dunia luar apalagi akses pendidikan, akan sangat menghormati mahasiswa. Bukankah sudah lama mereka menggantungkan harap dipundak mahasiswa.? Saya jadi teringat artikelnya Pak Ridwansyah mengenai kata mahasiswa. Yang jika di bahasa inggriskan tak ada tuh great student. Atau dalam bahasa arab tak ada akbar thulaby. Hanya bahasa indonesia yang mengkhususkan penggunaan bahasa bagi mahasiswa. Karena bagi bangsa indonesia. Kata maha yang membersamai kata siswa itu mengartikan sesuatu yang tak terbatas. Tak hingga. Begitu banyak harapan yang mereka gantungkan pada mahasiswa bagi masa depan bangsa. Yang intinya adalah, sense of mengabdinya dipertajam. Sekali lagi, misi kita bukan hanya sekedar dapet nilai A kemudian selesai. Bukan, kawan. Harapan kita adalah menanam cahaya. Sehingga mereka nti ketika kita tinggalkan, bisa mandiri menggenggam cahaya itu. Jangka panjang juga ditargetkan. Sukur2 sampe ada follow up.
Dan ingat, Mereka tak hanya butuh bantuan materi atau alat2 canggih yang kita buatkan, tapi ilmu agama. Ruhani. Percayalah, banyak dari masyarakat desa yang bahkan tak mengenal huruf hijaiyah. TPA-TPA tak ada pengajarnya, padahal semangat belajar ngaji bocah-bocah pinggiran itu sebesar gunung uhud. Yang bikin saya terharu adalah ketika ditempat kkn saya itu, kami tim kkn sepakat untuk menetapkan TPA 3kali seminggu karena padatnya jadwal program2 kami. Tapi ternyata tiap sore mereka main di mesjid. Katanya pengen ngaji terus. Masya Allah.

Oh ya, selain pemberdayaan Mesjid dan TPA juga ingat, remaja. Untuk yang lokasi kkn nya ada remajanya, bisa tuh dirangkul diajakin ngaji. Mereka seneng loh sekedar diliatin tayangan video motivasi dari laptop. Letupkan semangat belajar mereka. Kalo kita telaten sampe mereka semangat ngaji tiap pekan jangan sampe forum ngaji itu terputus pasca kalian pergi. Cariin ustadzah atau mahasiswa dekat daerah situ. Memang perlu tekad, subhanallah banget kalo sampe bsa terfollow up i.

Oke next

Peluang  dakwah #2
Bi'ah hasanah.
Di tempat kkn saya itu mesjidnya sepi sekali. Bahkan saya sempat dapat cerita di tempat kkn lain ada yang saking sibuk ke ladang, dimesjdi itu adzan ashar jam 4. Astaghfirullah. Tugas kita adalah juga memberdayakan mesjid. Adzan tiap 5kali sehari tepat waktu. Ikut shalat berjamaah ke mesjid.

Oh iya ditempat kkn juga jangan lupa siapkan amunisi membaca buku loh. Persiapkan buku2 untuk dibekal ke tempat kkn. Buku apa saja yang dapat menambah kafaah kita terutama ilmu islam.

Ada tips juga untuk teman2 yang hendak rapat. Ya tentu ditempat kkn itu intenatas rapat akan sangat sering. Sehingga interaksi perlu diberi rambu2 bagi laki-laki dan perempuan.

Baiknya rapat tempat duduk laki2 dan perempuan dipisah. Kemudian rapat diawali dengan doa dan sangat dianjurkan kultum dulu. Iya ada kultum ditugaskan bergiliran. Materi kultum bisa tentang apa saja. Sesuatu yang sederhana namun bermakna juga tidak masalah. Misalnya ditempat kkn saya itu ada yang suka naik gunung. Sehingga dia oernah bercerita pengalaman mautnya hampir jatuh dari gunung tertimpa batu besar dari puncak. Atau kisah mbak pariwisata yang magang di restoran dan kisahnya memilah daging babi,dll.

Yang paling penting waktu rapat harus ada jam malamnya loh. Maksimal jam 10.
Untuk kalian yang tinggal seatap putra putri, bijak2 menggunakan kamar mandi. Baiknya disiasati dengan pembagian jam mandi. Misal putra mandi jm 7, putri jam 8 habis masak sarapan misal. Biar gak antri didepan kamar mandi. Kan ngeri tuh kalo pas yang putri mndi trus digedor putra walopun sekedar ditanya "siapa didalam?". Bzzzt jangan sampe deeeh... -.-
Diusahakan pondokan putra putri dipisah. Karena konflik2 akan lbh sulit dihindari jika satu pondokan. Tpi kadang2 ada kondisi2 khusus yang tida bsa dihindari. Solusinya, jaga hijab ya untuk putri. Jilbabnya jangan sampe nyangkut dimana2. Siapkan baju2 sehari2 yang panjang tapi juga adem, semodel daster2 gitu. Gpapa walopun kayak emak2,tp aib2 kita terjaga.
Trus kaos kaki ya, duh itu godaan nyopotnya gede banget. Kadang males make sehabis wudu atau sehabis dr jamban. Dengan tekad menjaga diri yang kuat, diusahakan ttp menjaga hijabnya. Karena sekali saja kita lengah, celah setan terbuka lebar. Ok,girl, ;). Waspadalah waspadalah *apacoba.

Oh iya satu lagi, jemuran! Aduh itu "perabotan" putri tolong dijaga. Untuk daleman siasati dengan menjemurnya dengan ditutupi kain lain sebagai penutup. Bisa ditumpuk dengan ditutupi baju luaran. Atau supaya proses pengeringan tdk jadi lambat bisa ditutupi kain tipis semisal jilbab. Hal2 sepele seperti itu bisa jadi masalah kalo tak ditangani dg telaten.

Nah itu peluang2 dakwahnya secara umum. Selain itu ada beberapa tips penting untuk mengatasi persoalan2 seputar kkn. Cekidot,

"HANTU" saat kkn dan tipsnya....
#1. Susah mencari kajian, artikel di inet, atau toko buku,
Nah itu dia, boro2 mau ngenet nyari artikel, kadang sinyal hape pun susah. So, disinilah pentingnya saling mengingatkan dan forum ngaji tadi. Percaya deh, seminggu ga dapet ilmu asupan ruhani saja, rasanya gerah banget. Emosi meningkat, pengennya senggol bacok aja *yang ini lebay. So kita redamkan dengan Al Quran, :-D.

#2. Pergaulan dengan lawan jenis.
Nah loh, ini nih yang sangat diwanti2. VMJ.
Interaksi yang cukup intens bahkan hampir 24 jam sehari dalam sebulan sangat membuka peluang besar bagi berseminya benih2 virus.
Saya jadi ingat nasihat ustadzah pejuang ditempat kkn saya, katanya, mata itu jendela hati, jika mata terjaga, hati tak akan terluka *tsah. Dan itu mengena sekali. So, itulah kenapa Allah menyuruh kita untuk Gadhul Bashar alias menundukkan pandangan.

#3. Masyarakat tidak mau menerima program dan dakwah kita.
Untuk program, itulah perlunya renstra, analisis SWOT, dll. Sebelum menetapkan program, rajin2 turun ke rumah2 desa, silaturahim terutama. Hal yang pertama wajib kita lakukan ya silaturahim ke warga. Pendekatan dengan warga dengan cara memenuhi undangan, megikuti taklim atau pengajian2 warga, upacara adat budaya, dll. Intinya semua bisa dikomunikasikan.
Terapkan juga 5S ya, sopan, santun, salam, senyum, sapa.

#4, Konflik internal kkn
Konflik2 sangat rawan terjadi ditempat kkn. Dan kadang hal itu bsa diperparah oleh keadaan dan tekanan sehingga jika tidak dewasa menyikapi suatu hal masalah sepele bisa jadi besar. Oleh karena itu perbesarlah ruang toleransi. Semua dikomunikasikan. Terkadang masalah itu timbul hanya karena kurang komunikasi. So, selamat menempa diri dan dengan pandai2 mengelola emosi.

#5. Kendala bahasa
Waduh itu saya banget. Hho. Saya orang sunda yang kkn di pedalaman jogja yang bahasa jawanya kromo banget, masya Allah gigit jari mulu saya. Hho. Pastikan ada translater yang setia deh. Lalu masalah penyuluhan. Nah, terkadang beberapa program kita ada yang membutuhkan presentasi pada warga. Gunakan bahasa indonesia yang mudah dipahami. Jangan sok gaya pake kata tingkat dewa, misalnya "oleh karena itu kami menginstruksikan...., "atau "pentingnya menjaga oral hygiene," opooo kui. Intinya gunakan bahasa ringan, sederhana, dan membumi. Misalnya gunaksn kata gigis untuk rampan karies bagi anak fkg, trus gusi untuk gingiva, gigi bolong untuk karies, dll.
Gunakan juga materi presentasi yang menarik, misal pake gambar, jangan kata2 yang dibanyakin, video, lagu2 nyanyian untuk anak2, dll.

#6 futur ketika kkn
Nah loh intinya itu tadi, sering2 beri asupan makanan untuk ruhani. Ingat, ketika kkn itu pas bulan puasa. Kadang kita baru plg program itu sore, trus masak buat buka, trus buka puasa, taraweh, rapat sampe jam 10, ngerjain diary kkn, baru bsa tidur jam 12, set 3 udah harus bangun lagi buat masak sahur.  menguras energi dan fikiran banget deh. Kalo gak pandai managemen hati dan ruhani, memang rawan futur. Saling mengingatkan dengan teman. :-)


Sudaaaahhhhh. Alhamdulillah. Selamat kkn. Semoga sukses dunia akhirat, hho. B).

Minggu, 05 Mei 2013

kaukah nobita?

halo

hai

apakah kamu nobita?

bukan, anda mencari nobita?

tidak, apakah kamu doraemon?

bukan, tapi saya suka doraemon.

bagaimana dengan nobita? apakah kamu suka?

hmm.. nobita terlalu banyak mengeluh, dia sering menunda pekerjaan, tidak percaya diri, seringkali mengandalkan orang lain untuk mengerjakan kewajibannya, tidak mau berusaha, ingin mendapatkan sesuatu yang spontan tanpa mengeluarkan tenaga, selalu ingin terlihat keren didepan teman-temannya, dia juga manja, tidak mandiri, dan masih banyak lagi...

kau hanya melihat satu sisi. perbaiki matamu.

iyasih, nobita baik, setiakawan, penurut pada ibunya, berhati lembut, selalu ingin menolong sesama, tapi tetap saja saya lebih suka doraemon.

ada satu hal yang kau lupa darinya.

apa?

dia orang yang tulus. tidakkah kau hitung berapa kali ia menyelamatkan dunia? tapi ia tak minta pamrih terlebih pamer.




***

"Dan sungguh, pada hewan ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari apa yang ada dalam perutnya (berupa) susu murni antara kotoran dan darah, yang mudah ditelan bagi orang yang meminumnya." (QS An-Nahl 66)

ketulusan itu adalah ikhlas ...
seperti susu murni
ia terletak antara kotoran dan darah, namun tetap terjaga kemurniannya.



"Bahwa Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan menimpa kamu sekalian ialah syirik yang paling kecil. Mereka bertanya: Apakah itu syirik yang paling kecil ya Rasulullah? Beliau menjawab: Riya! Allah berfirman pada hari kiamat, ketika memberikan pahala terhadap manusia sesuai perbuatan-perbuatannya: Pergilah kamu sekalian kepada orang-orang yang kamu pamerkan perilaku amal kamu di dunia. Maka nantikanlah apakah kamu menerima balasan dari mereka itu." 

menggigil diri ini tatkala membayangkan Allah menghardik kita : " Pergilah kamu sekalian kepada orang-orang yang kamu pamerkan perilaku amal kamu di dunia. Maka nantikanlah apakah kamu menerima balasan dari mereka itu?"

Astaghfirullah... Lindungi kami dari segala penyakit hati, Ya Rabbi... 
Ajari kami ketulusan... T_T

Jumat, 03 Mei 2013

terdampar

Jika saja jari-jari saya ini adalah perut (?), niscaya dia akan gendut. Kaku. Jarang gerak. Bagi saya satu-satunya cara agar jari-jari saya sixpack adalah dengan menulis. Ahai jika Laila Majnun binasa karena dirundung rindu menggebu yang mendera menyiksa pada seorang pujangga. Jika Maria di ayat-ayat cinta menderita koma karena pedihnya patah hati karena cinta tak berbalas. Maka disini saya memendam selaksa rindu setinggi gunung merbabu yang tak lain dan tak bukan pada..... menulis *ampundeh hentikan khayalanmu,nak!

Cobalah tengok betapa busuknya blog ini, bau apek, buluk, usang, hina, dina, penuh jaring-jaring spiderman, ada kecoa, cicak, semut, jangkrik, kodok *omaigad gembira loka ngungsi semua.

Banyaaaak sekali yang ingin saya ceritakan. Tentang ini , itu, si ini, si itu, disini, disitu, kesini, kesitu, semuaaaa.... Tapi sekarang lupa. Terevaporasi bersama lenyapnya awan Maret dan April. Sungguh, waktu itu sangaaaattt cepat berlari. Tak peduli betapa payahnya saya mengejarnya. Dia tetap acuh tak acuh. Dan sekarang dia seolah menertawakan saya karena saya yang telah tertinggal begitu jauh di belakangnya. Saya terhenyak sesaat. Merutuki betapa lambatnya saya dan betapa tak adilnya dia karena tak memberi saya kesempatan untuk beristirahat.

Ketika itu, awan Maret menggiring saya pada sebuah negri tak berpenghuni. Asri. Dengan kemurahan-Nya yang tak terperi, surga seolah bocor didepan mata saya. Garis abu yang menjadi jalur pijakan saya ini, membentang hingga ke langit. Tak percaya? Saya memang berada di atas bukit. Kadang jalanan akan berubah menjadi curam, terkadang menjadi tanjakan. Tongkat Nabi Musa seolah berhasil membelah lautan berwana hijau itu menjadi dua bagian. Garis abu ini terkadang berkelok-kelok dan seolah memutari setengah lingkaran bukit. Ya, kanan dan kiri saya ini bukit, ada yang berselimut permadani hijau, ada yang berupa warna abu kehitam-hitaman yang terdistorsi. Permadani hijau itu terhampar sejauh mata memandang. Dimana-mana mata saya hanya menemukan warna hijau, hitam, dan biru. Yang saya indera tentu tak sesederhana ketiga warna itu. Mereka semua bergradasi indah dengan komposisi warna yang hanya bisa tercipta dari cat alami buatan Sang Penguasa Alam. Belum lagi abu kehitam-hitamannya bebatuan yang bertumpuk-tumpuk rumit satu sama lain. Ada batu cadas yang seolah ditebarkan dari ledakan gunung berapi. Ada kristalisasi kalsium alam yang menghasilkan massa ber-pH basa berupa batu kapur. Ia berwarna putih kekuningan dan terkadang mengintip malu-malu di balik si batu cadas. Masya Allah. Bahkan jika seluruh pelukis ternama di seluruh dunia diminta untuk memindahkan pemandangan didepan bola mata saya ini ke atas sebuah kanvas, niscaya tak akan mampu menyamai mahadahsyatnya buatan tangan Tuhan, bahkan hanya senoktah, seatom, semikron. Bahkan.... pena saya pun terseok-seok memunguti kata demi kata yang dirasa tepat untuk melukiskan betapa indahnya surga dunia yang terpantul dari lensa mata saya ini. Bahkan... yah saya speechless. :')

Setibanya di Pantai Wediombo, saya dan kawan-kawan hanya transit untuk mentipkan keempat motor yang kami tumpangi. Lalu ke WC sekedar melemaskan saraf dan otot setelah 4 jam di perjalanan, kemudian langsung berangkat menuju pantai tujuan kami. Ketika itu, adzan maghrib terdengar sayup-sayup dari (mungkin) satu-satunya menara mesjid di sana. Karena perjalanan khawatir kemalaman, maka kami memutuskan untuk menjamak shalat. Rencananya kami hendak mendirikan tenda di Pantai Jungok. Pantai Jungok terletak di balik bukit yang terletak di pantai Wedi Ombo. Akses ke sana harus memutari dulu bukit, dan perjalanan ke bukit itu sekitar 45 menit. Karena bukit yang akan kami daki cukup tinggi, maka akan lebih keren kedengarannya kalo kita sebut saja ini sebagai... naik gunung. B)


Baru seperempat perjalanan, jalanan sudah gelap, hanya diterangi bulan dan sinar kecil yang terpancar dari 4 senter yang kami bawa. Padahal kami semua ada 8 orang. Saya yang dari pagi belum makan (bayangkan! T_T) merasa jalanan di hadapan saya semakin berputar. Melilit-lilit dan lemas luar biasa. Teman-teman saya sudah hafal jika saya diam, adem ayem, damai, sentosa, merdeka, sejahtera, syalalala..... berarti. saya. lapar. *ngok.

Sampai di pantai jungok jam 7 malam. Kami gotong royong mendirikan tenda. Luar biasa gelap disana, penerangan hanya dari bulan, bahkan sinar senter yang kami bawa jika disatukan dan dinyalakan bersama-sama tak berhasil menampakan banyak hal didepan kami. Alangkah lemahnya manusia.  :'(.

Debur ombak yang menemani kami malam itu menambah merdu dan syahdu suasana disana. Kita ber-8 seperti pemeran utama film '5 cm' (ngakak), atau bak maen di film doraemon yang terdampar di pulau roti, atau kayak di film Pirates of Caribean saat si kapten Jack Sparrow dicampakkan Black Pearlnya di pulau tortuga *ngaco. Keren deh pokoknya. Kalo saya punya 7 jempol, udah saya kasih dari dulu ke ketua rombongan kami. Gokil banget.

Selesai mendirikan tenda, saya dan teman-teman berdebat mengenai boleh tidaknya wudhu pake air laut. Saya dengan anugerah kesotoyan saya yang luar biasa keukeuh bilang selama ada air tawar sebaiknya pake air aqua. huks. adegan ini tidak untuk ditiru ya karena tidak lulus sensor. T_T. Bentar, saya jeduk-jedukin pala dulu ke tenda*apasih. 

"Ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah: Wahai rasulullah, kami berlayar di laut dan hanya membawa sedikit air sebagai bekal. Jika kami pergunakan air tersebut untuk berwudhu, maka kami akan kehausan. Untuk itu, apakah kami boleh berwudhu dengan menggunakan air laut? rasulullah menjawab: Air laut itu suci dan mensucikan, dimana bangkai hewan yang berada di dalamnya pun halal." (HR. Al-Khamsah)

*Imam At-Tirmidzi dan Al-Bukhari mensahihkannya. Jadi sebenarnya boleh ya wudhu pake air laut karena termasuk air mutlak. :D

Selesai shalat jamak maghrib dan isya, kami makan dengan bekal nasi yang kami bawa dari jogja. Didepan tenda kami menggelar tikar. Kami berkumpul ber-8 dan bermain game yang kami ciptakan sendiri. Ditemani hot coklat plus alunan debur ombak. Masya Allah banget deh.

Kami ber-8 sama-sama berasal dari tasik yang kuliah di UGM. Sama-sama angkatan 09 kini menginjak semester akhir. Empat orang putra dan 4 orang putri. Tiga orang dari teknik sipil, satu dari elektronika dan instrumentasi (elins), satu sastra inggris, satu kedokteran hewan, satu kedokteran umum, dan saya kedokteran gigi. Kami semuanya berteman dari semester awal kuliah. Tugas putra adalah mengangkut tenda, air mineral 8 botol 1,5 L, kompor, nenteng tikar, mendirikan tenda, masak, menggulung tenda, blablabla, syalala, nguing nguing. Sementara tugas yang putri adalah..... membantu dengan doa. Haha.    

Yang tak terlupakan adalah ketika waktunya tidur. Kami ber-4 (putri), tidur beralaskan sehelai tikar yang digelar diatas pasir putih dan beratapkan langit hitam pekat bertabur bintang. Subhanallah indahnya tak terkira. Belum lagi MP3 alamnya, suara deburan ombak yang bergulung-gulung menjilati batu cadas. Kami semua mematikan lampu emergensi, sehingga suasana benar-benar gelap gulita. Kami tak sempat mengumpulkan ranting ketika menyusuri gunung karena suasana benar-benar gelap, sehingga kami tak bisa membuat api unggun atau apapun yang bisa menghangatkan badan kami. Alhasil kami tidur berselimut beberapa lapis kain. Jaket tebal, selimut kain, bahkan mukena, sajadah, semua dimanfaatkan untuk membalut badan kami. Kocak.
Tak ingin tiidur rasanya. Malam itu terlalu indah untuk dilalui begitu saja. huks :').  

Entah jam berapa, saya terkesiap. Dan refleks meraba-raba hape. Hape saya basah tertutupi embun. Kami semua pun bangun dan segera mengambil wudhu. Lalu bertasbih bersama alam. "maka nikmat Tuhanmu yang mana yang kamu dustakan?" (QS Ar-Rahman).

Tak menunggu lama. Semburat cahaya jingga mengintip malu dari balik bukit. Berpendar memancarkan kilaunya. Saya seolah baru pertama kali itu melihat alam yang dengan kepongahannya memamerkan kecantikannya. Seiring jarum detik di jam saya berbunyi, peri-peri jingga itu bermunculan dan berkelindan menyebar membentuk semburat cahaya keperakan. Aduhai Allah... betapa dahsyatnya... :')

Ketika matahari naik sepenggalan, sadarlah kami bahwa surga sepertinya memang bocor. Bener-bener serasa di dunia ini ga ada siapa-siapa selain kami ber-8. Ber-8 aja udah sebegini maruknya kami berlari-lari kesana kemari sambil tereak kegirangan karena kami tak menemukan satupun kertas bernama skr*ps* disini dan berdoa sepenuh jiwa dan raga berharap dia benar-benar lenyap dimuka bumi ini *noyor-kepala-kecoa XD.
Kamu mau salto jungkir balik guling-guling, kagak bakal ada satpam yang nimpukin percaya deh pulau ini bener-bener sepi. Emmm...enggg... sebenernya di ujung kanan nun jauh disana dari tenda kami, berdiri tenda asing sih yang kagak tau itu siapa *abaikan-saja* XD. Sungguh berasa pulau milik pribadi deh. Beuh... pulau Caledonia-nya Gu Jun Pyo di Boys Before Flower mah kelaut aja. Ini. Jauh. Lebih. Keren. Suer. *sotoy.

............(*nunggu mood upload poto ya,hho).............
  
'Hei sedang apa kau disitu???' tiba-tiba si harapan membentak saya di kejauhan. Dan saya terperanjat. Mengucek-ngucek mata dan nyusut iler (?). Omaigad skr*psi???? Cukstaw. U know what i  mean-lah. Cukup tahu gak pake toge, ntar jadi gehu*halah, harapan itu masih ada. *mengepalkan-tangan-dengan-tampang-jumawa. B)