Semua berjalan seperti biasa
Pagi masih muda
Tak ada yang istimewa
Alam masih menyanyikan lagu yang sama
Masih kupinjam rintik hujan
hingga merekahlah kuncup2 kehidupan tatkala embun menyapanya
Angin pun,bahkan tak pernah permisi menggandeng dendelion
hingga tersemailah harapan baru ditiap jengkal tanah yang mereka lalui
Rindu bulir padi, masih untuk derak terompah petani tiap pagi
hingga ia menguning dan selesailah tugasnya menjadi wasilah rantai kehidupan
Bahkan bintang, bahkan awan, bulan, jagat raya, alam semesta
Sama
Irama yng mereka nyanyikan tetap sama
Seolah untuk itulah mereka ada
Untuk menyertai keteraturan kosmik
Hingga seimbang
Tak ada cacat
Samakah? Atau jangan2, sayakah yang cacat?
Saya tahu, kamupun tau,
Hal yang pernah diajarkan oleh ibu sedari kandungan,
Bahwa ada Superpower yang mengatur semuanya
Pun irama tarian daun yang jatuh tertiup angin
tak pernah luput dari-NYA
Pun tiap detail liukan air disepanjang sungai, bahkan riaknya
Pun seekor semut hitam, diatas batu hitam, pada suasana gelap terpencil nan hitam
diketahui-Nya
Bahkan, garis yang telah tertoreh dalam kitab lauhul mahfudz
Untuk saya
Yang masih takjub dengan irama hidup saya
Sudah refrain, puncak nada, sungguh.
Saya kira akan kehabisan suara, ternyata Dia tak menghendaki saya berhenti bernyanyi
TanganNYA ternyata mengatur disebalik layar
hingga,,,
Pertanyaan yang sama yang diajukan-NYA pada jiwa
Fabiayyi aalaa irobbikuma tukadziban?
"kamukah yang menurunkannya? Atau Kami?"
"kamukah yang menghidupkannya? Atau Kami?"
"kamukah yang menumbuhkannya? Atau Kami?"
"sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami jadikannya asin."
"sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami hancurkan sampai lumat maka kamu akan heran tercengang."
(QS Al-Waqi'ah)
Gerimis hati ini.
Ya Allah, bantu aku menjagi hati ini, agar Kau ridha menitipkan 'rahasia'-MU padaku.
Ya Allah, bantu aku membeningkn qolbu ini, agar kumampu menangkap cahayaMU. Amin.
Nada ini masihkah dianggap bersumber dari kespontanan?
Bodoh
Saya bodoh
Tentu saja ada jetikan jari yang membuatnya merdu
Ah ya, jika kedewasaan berbanding lurus dengan kebebalan
Maka tntu saja saya tak mau dewasa, setidaknya sekarang ini
Biarlah saya menikmati euforia kepolosan bocah TPA,
Katanya "enak ya jadi orang dewasa, tapi susah ngejalaninnya."
Hasyah dari hongkong? Hha demikianlah.
JRENG....jreng jeng... begitulah bunyi akhir lagunya. Sekian
*nyodorin bekas aqua isi koin. :|
Rabu, 24 Juli 2013
Rabu, 17 Juli 2013
hanya sekali
Biarlah untuk sekali ini saja,
Aku mengaduh pada langit,
Yang tak kunjung menitipkan hujan untukku
Pada awan kelabu itu
Biarlah untuk sekali ini saja
Aku menyerah pada waktu
Yang tak kunjung dapat kukejar
Hingga kudapati kekuatan baru
Biarlah untuk sekali ini saja
Aku mengalah pada inginku
Yang tak kunjung dapat kugenggam
Hingga Tuhan menggantinya untukku
Biarlah untuk sekali ini saja
Aku menangis karena haru
Karena kini kusadari, Ya Tuhanku
Aku tanpaMu butiran debu
Aku mengaduh pada langit,
Yang tak kunjung menitipkan hujan untukku
Pada awan kelabu itu
Biarlah untuk sekali ini saja
Aku menyerah pada waktu
Yang tak kunjung dapat kukejar
Hingga kudapati kekuatan baru
Biarlah untuk sekali ini saja
Aku mengalah pada inginku
Yang tak kunjung dapat kugenggam
Hingga Tuhan menggantinya untukku
Biarlah untuk sekali ini saja
Aku menangis karena haru
Karena kini kusadari, Ya Tuhanku
Aku tanpaMu butiran debu
Selasa, 16 Juli 2013
Bogosippo
SAya rindu,
Pada daun di musim semi,
Yang mengikhlaskan dirinya jatuh terburai
Demi menitipkan setitik harap pada para penyapu jalan disetiap pagi
Saya rindu,
Pada kelapa di sepanjang horison biru
Yang seumur hidupnya tak bisa berpindah dari tempatnya
Tapi buahnya, mampu menjelajahi berbagai benua
Menaiki ombak yang menghantarkannya
Saya rindu,
Pada suara gemericik air
Yang mewakafkan dirinya untuk setia
Membasuh tiap noktah noda penghuni semesta
Saya rindu,
Pada itu
Pada sesuatu
yang tak ada
Pada daun di musim semi,
Yang mengikhlaskan dirinya jatuh terburai
Demi menitipkan setitik harap pada para penyapu jalan disetiap pagi
Saya rindu,
Pada kelapa di sepanjang horison biru
Yang seumur hidupnya tak bisa berpindah dari tempatnya
Tapi buahnya, mampu menjelajahi berbagai benua
Menaiki ombak yang menghantarkannya
Saya rindu,
Pada suara gemericik air
Yang mewakafkan dirinya untuk setia
Membasuh tiap noktah noda penghuni semesta
Saya rindu,
Pada itu
Pada sesuatu
yang tak ada
Sabtu, 29 Juni 2013
random-kkn-tips
*Lap, pfuh *tiup2. Menghela nafas dan bismillah
Capek ya ternyata baca blog saya, haha. Habis nostalgia gitu deh sekedar bersay hello pada kilauan awan. Apakah dia masih menampakkan sinarnya? Ah ternyata saya yang terlalu berharap banyak. Dia ternyata kini teronggok ta berdaya bersama debu debu dari serpihan waktu. Padhal usianya sudah setahun lebih.
Semakin menguatkan asumsi saya bahwa dalam konteks ini lamanya waktu tak ada korelasinya dengan muatan. Sama halnya kedewasaan seseorang yang tak ada hubungannya dengan usia. Kuat atau tidaknya suatu logam itu bukan hanya dpengaruhi oleh molekul yang menyusunnya, tapi juga oleh proses yang pernah dilaluinya. Bintang, tak akan bisa dilihat tanpa kegelapan. Begitupun kilauanmu,awan. Setelah lama kupadamkan, bersinarlah sekarang!! Hha apofasis banget kan.
Oke intinya kita mulai menulis lebih sederhana. To the point sih pengennya. Emmm nggg, Soalnya kadang saya juga pusing sendiri baca tulisan saya yang acak adut gajelas, wkwk.
Saya ingat kata2 bang tereliye dalam seminarnya bahwa ternyata tak ada tulisan yang baik atau buruk, yang ada adalah tulisan yang relevan atau tidak relevan. Baiklah karena sekarang adalah musimnya adik2 yang mau berangkat kkn jadi lets say about kkn.
Smoga tulisan ini relevan buat adik2 yang mau kkn. Amin. Xixi.
Iya saya juga sempat tersentak ketika disuruh menulis artikel tentang kkn. Perasaan baru kmaren saya kkn kok tiba2 adek kelas udh mau berangkat kkn lagi. Cobalah tengok berapa ekor tulisan yang saya posting semenjak september taun lalu sampai skarang? Dikit banget. *hasyah Sangat tidak produktif.
Smoga tulisan ini relevan buat adik2 yang mau kkn. Amin. Xixi.
Iya saya juga sempat tersentak ketika disuruh menulis artikel tentang kkn. Perasaan baru kmaren saya kkn kok tiba2 adek kelas udh mau berangkat kkn lagi. Cobalah tengok berapa ekor tulisan yang saya posting semenjak september taun lalu sampai skarang? Dikit banget. *hasyah Sangat tidak produktif.
Jadi kkn itu adalah singkatan dari Kuliah Kerja Nyata yang merupakan program wajib yang harus dijalani oleh mahasiswa jenjang S1 dan blablabla oke kalian lebih ngerti lah ya masalah teori2 kkn. Tapi saya disini gak akan bahas teoritis karena itu ranahnya LPPM, kita bahas....jeng jeng.... Niat!
Yup NIAT.
Karena setiap amal perbuatan akan diberi balasan sesuai dengan niatnya, maka saya tanya: kamu kkn ngapain?
.karena program kampus?
.biar dpt nilai A?
.Ajang cari temen?
.latihan terjun di masyarakat?
Well, ya okelah. But.. Not just it. We have mission.
The mission is : Dakwah.
Berat ya rasanya denger kata dakwah. Hho oke sederhananya, mewarnai dengan kebaikan.
Banyak peluang-peluang kebaikan yang bsa kita tanami dilingkungan kkn.
Peluang #1, menjaga.
Menjaga diri.
Hal yang pertama harus kita lakukan adalah menjaga diri. Amal yaumiyah di konsistenkan.
Enaknya ditempat kkn itu, kita bisa shalat berjamaah terus menerus 5waktu. Apalagi buat anak yang bukan kontrakan, ini sangat menguntungkan untuk menempa diri membiasakan diri shalat tepat waktu dan berjamaah. Ditambah temen2nya pada semangat shalat berjamaah, beuh,mantep dah. Insya Allah yang begini ini yang akan menambah keberkahan kkn. Amin.
Trus ibadah sunnahnya juga. Dhuha. Qiyamul lail/tahajud. Tilawah min 1juz perhari usahakan banget itu. Trus hafalan jagan sampe mandek, apalagi berkurang. Puasa sunnahnya juga untuj mempersiapkan bulan puasa.
Iya loh kkn tuh kan pas bulan puasa, momen bagus banget buat mewarnai. *oke kita bahas nanti.
Yang ga kalah penting adalah,untuk yang sudah memiliki jadwal ngaji pekanan sementara lokasi kkn jauh dari kampus, jangan panik. Disana kalian bisa mencari link murobbi pengganti atau minta transfer ke murobbinya masing2. Kenapa jadwal ngaji pekanan itu penting? Ya tentu, itu akan menjadi sarana penting untuk memenuhi asupan ruhani selain amal yaumi. So, jangan sampe ngaji pekanannya mandek selama kkn. Kalo ternyata gak dapet ustadz/ustadzah disana, bisa mengumpulkan teman2 yang mau diajak ngaji, trus bikin forum ngaji deh. Pematerinya bisa bergiliran. Saya juga begitu tuh pas kkn kmaren, menambah ilmu baru loh, masya Allah, soalnya isi materinya bisa share tentang keilmuwan masing2. Beda2 fakultas kan? So, bisa sekalian penyuluhan gigi buat anak fkg,hho. *ups.
Oh iya, isi forum ngaji gak mesti membahas materi yang berat2 kok. Cukup hal sederhana namun dimaknai bersama, insya Allah hal itu akan melatih mata hati dalam melihat sisi2 positif dari setiap peristiwa.
Kemudian menjaga teman.
Setiap anggota kkn itu terdiri dari fakultas yang berbeda. Daerah asal yang berbeda. Watak yang berbeda. Bahkan keyakinan berbeda. Jadi pandai2lah mengajak teman pada kebaikan. Atau minimal mencegahnya dari sesuatu yang buruk. Misalnya ditempat kkn teman saya ada warga yang pemudanya itu suka mabuk2an dan kadang2 mengajak anak2 kkn juga. Nah pentingnya saling mengingatkan dan saling peduli itu dalam kondisi seperti ini.
Lebih baik lagi kalo ada temen yang mau diajak ngaji bareng *untuk yang muslim tentunya. Misalnya materi2 tentang fikh wanita tuh buat para putri. Penting sekali membahas mengenai fikih thaharah, karena ternyata ada juga yang belum mengetahui mengenai bagaimana bersuci atau mandi besar, atau membedakan cairan2 yang keluar, dll. Itu soalnya jadi bahasan menarik ditepat saya,hhe. Sukur2 kalo grup ngajinini bisa awet sampe pasca kkn. Masya Allah semoga ya... :)
Menjaga masyarakat.
Percayalah, kalian disana akan sangat dihormati oleh warga. Apalagi mereka yang tinggal di pedesaan ditempat yang sulit akses ke dunia luar apalagi akses pendidikan, akan sangat menghormati mahasiswa. Bukankah sudah lama mereka menggantungkan harap dipundak mahasiswa.? Saya jadi teringat artikelnya Pak Ridwansyah mengenai kata mahasiswa. Yang jika di bahasa inggriskan tak ada tuh great student. Atau dalam bahasa arab tak ada akbar thulaby. Hanya bahasa indonesia yang mengkhususkan penggunaan bahasa bagi mahasiswa. Karena bagi bangsa indonesia. Kata maha yang membersamai kata siswa itu mengartikan sesuatu yang tak terbatas. Tak hingga. Begitu banyak harapan yang mereka gantungkan pada mahasiswa bagi masa depan bangsa. Yang intinya adalah, sense of mengabdinya dipertajam. Sekali lagi, misi kita bukan hanya sekedar dapet nilai A kemudian selesai. Bukan, kawan. Harapan kita adalah menanam cahaya. Sehingga mereka nti ketika kita tinggalkan, bisa mandiri menggenggam cahaya itu. Jangka panjang juga ditargetkan. Sukur2 sampe ada follow up.
Dan ingat, Mereka tak hanya butuh bantuan materi atau alat2 canggih yang kita buatkan, tapi ilmu agama. Ruhani. Percayalah, banyak dari masyarakat desa yang bahkan tak mengenal huruf hijaiyah. TPA-TPA tak ada pengajarnya, padahal semangat belajar ngaji bocah-bocah pinggiran itu sebesar gunung uhud. Yang bikin saya terharu adalah ketika ditempat kkn saya itu, kami tim kkn sepakat untuk menetapkan TPA 3kali seminggu karena padatnya jadwal program2 kami. Tapi ternyata tiap sore mereka main di mesjid. Katanya pengen ngaji terus. Masya Allah.
Oh ya, selain pemberdayaan Mesjid dan TPA juga ingat, remaja. Untuk yang lokasi kkn nya ada remajanya, bisa tuh dirangkul diajakin ngaji. Mereka seneng loh sekedar diliatin tayangan video motivasi dari laptop. Letupkan semangat belajar mereka. Kalo kita telaten sampe mereka semangat ngaji tiap pekan jangan sampe forum ngaji itu terputus pasca kalian pergi. Cariin ustadzah atau mahasiswa dekat daerah situ. Memang perlu tekad, subhanallah banget kalo sampe bsa terfollow up i.
Oke next
Peluang dakwah #2
Bi'ah hasanah.
Di tempat kkn saya itu mesjidnya sepi sekali. Bahkan saya sempat dapat cerita di tempat kkn lain ada yang saking sibuk ke ladang, dimesjdi itu adzan ashar jam 4. Astaghfirullah. Tugas kita adalah juga memberdayakan mesjid. Adzan tiap 5kali sehari tepat waktu. Ikut shalat berjamaah ke mesjid.
Oh iya ditempat kkn juga jangan lupa siapkan amunisi membaca buku loh. Persiapkan buku2 untuk dibekal ke tempat kkn. Buku apa saja yang dapat menambah kafaah kita terutama ilmu islam.
Ada tips juga untuk teman2 yang hendak rapat. Ya tentu ditempat kkn itu intenatas rapat akan sangat sering. Sehingga interaksi perlu diberi rambu2 bagi laki-laki dan perempuan.
Baiknya rapat tempat duduk laki2 dan perempuan dipisah. Kemudian rapat diawali dengan doa dan sangat dianjurkan kultum dulu. Iya ada kultum ditugaskan bergiliran. Materi kultum bisa tentang apa saja. Sesuatu yang sederhana namun bermakna juga tidak masalah. Misalnya ditempat kkn saya itu ada yang suka naik gunung. Sehingga dia oernah bercerita pengalaman mautnya hampir jatuh dari gunung tertimpa batu besar dari puncak. Atau kisah mbak pariwisata yang magang di restoran dan kisahnya memilah daging babi,dll.
Yang paling penting waktu rapat harus ada jam malamnya loh. Maksimal jam 10.
Untuk kalian yang tinggal seatap putra putri, bijak2 menggunakan kamar mandi. Baiknya disiasati dengan pembagian jam mandi. Misal putra mandi jm 7, putri jam 8 habis masak sarapan misal. Biar gak antri didepan kamar mandi. Kan ngeri tuh kalo pas yang putri mndi trus digedor putra walopun sekedar ditanya "siapa didalam?". Bzzzt jangan sampe deeeh... -.-
Diusahakan pondokan putra putri dipisah. Karena konflik2 akan lbh sulit dihindari jika satu pondokan. Tpi kadang2 ada kondisi2 khusus yang tida bsa dihindari. Solusinya, jaga hijab ya untuk putri. Jilbabnya jangan sampe nyangkut dimana2. Siapkan baju2 sehari2 yang panjang tapi juga adem, semodel daster2 gitu. Gpapa walopun kayak emak2,tp aib2 kita terjaga.
Trus kaos kaki ya, duh itu godaan nyopotnya gede banget. Kadang males make sehabis wudu atau sehabis dr jamban. Dengan tekad menjaga diri yang kuat, diusahakan ttp menjaga hijabnya. Karena sekali saja kita lengah, celah setan terbuka lebar. Ok,girl, ;). Waspadalah waspadalah *apacoba.
Oh iya satu lagi, jemuran! Aduh itu "perabotan" putri tolong dijaga. Untuk daleman siasati dengan menjemurnya dengan ditutupi kain lain sebagai penutup. Bisa ditumpuk dengan ditutupi baju luaran. Atau supaya proses pengeringan tdk jadi lambat bisa ditutupi kain tipis semisal jilbab. Hal2 sepele seperti itu bisa jadi masalah kalo tak ditangani dg telaten.
Nah itu peluang2 dakwahnya secara umum. Selain itu ada beberapa tips penting untuk mengatasi persoalan2 seputar kkn. Cekidot,
"HANTU" saat kkn dan tipsnya....
#1. Susah mencari kajian, artikel di inet, atau toko buku,
Nah itu dia, boro2 mau ngenet nyari artikel, kadang sinyal hape pun susah. So, disinilah pentingnya saling mengingatkan dan forum ngaji tadi. Percaya deh, seminggu ga dapet ilmu asupan ruhani saja, rasanya gerah banget. Emosi meningkat, pengennya senggol bacok aja *yang ini lebay. So kita redamkan dengan Al Quran, :-D.
#2. Pergaulan dengan lawan jenis.
Nah loh, ini nih yang sangat diwanti2. VMJ.
Interaksi yang cukup intens bahkan hampir 24 jam sehari dalam sebulan sangat membuka peluang besar bagi berseminya benih2 virus.
Saya jadi ingat nasihat ustadzah pejuang ditempat kkn saya, katanya, mata itu jendela hati, jika mata terjaga, hati tak akan terluka *tsah. Dan itu mengena sekali. So, itulah kenapa Allah menyuruh kita untuk Gadhul Bashar alias menundukkan pandangan.
#3. Masyarakat tidak mau menerima program dan dakwah kita.
Untuk program, itulah perlunya renstra, analisis SWOT, dll. Sebelum menetapkan program, rajin2 turun ke rumah2 desa, silaturahim terutama. Hal yang pertama wajib kita lakukan ya silaturahim ke warga. Pendekatan dengan warga dengan cara memenuhi undangan, megikuti taklim atau pengajian2 warga, upacara adat budaya, dll. Intinya semua bisa dikomunikasikan.
Terapkan juga 5S ya, sopan, santun, salam, senyum, sapa.
#4, Konflik internal kkn
Konflik2 sangat rawan terjadi ditempat kkn. Dan kadang hal itu bsa diperparah oleh keadaan dan tekanan sehingga jika tidak dewasa menyikapi suatu hal masalah sepele bisa jadi besar. Oleh karena itu perbesarlah ruang toleransi. Semua dikomunikasikan. Terkadang masalah itu timbul hanya karena kurang komunikasi. So, selamat menempa diri dan dengan pandai2 mengelola emosi.
#5. Kendala bahasa
Waduh itu saya banget. Hho. Saya orang sunda yang kkn di pedalaman jogja yang bahasa jawanya kromo banget, masya Allah gigit jari mulu saya. Hho. Pastikan ada translater yang setia deh. Lalu masalah penyuluhan. Nah, terkadang beberapa program kita ada yang membutuhkan presentasi pada warga. Gunakan bahasa indonesia yang mudah dipahami. Jangan sok gaya pake kata tingkat dewa, misalnya "oleh karena itu kami menginstruksikan...., "atau "pentingnya menjaga oral hygiene," opooo kui. Intinya gunakan bahasa ringan, sederhana, dan membumi. Misalnya gunaksn kata gigis untuk rampan karies bagi anak fkg, trus gusi untuk gingiva, gigi bolong untuk karies, dll.
Gunakan juga materi presentasi yang menarik, misal pake gambar, jangan kata2 yang dibanyakin, video, lagu2 nyanyian untuk anak2, dll.
#6 futur ketika kkn
Nah loh intinya itu tadi, sering2 beri asupan makanan untuk ruhani. Ingat, ketika kkn itu pas bulan puasa. Kadang kita baru plg program itu sore, trus masak buat buka, trus buka puasa, taraweh, rapat sampe jam 10, ngerjain diary kkn, baru bsa tidur jam 12, set 3 udah harus bangun lagi buat masak sahur. menguras energi dan fikiran banget deh. Kalo gak pandai managemen hati dan ruhani, memang rawan futur. Saling mengingatkan dengan teman. :-)
Sudaaaahhhhh. Alhamdulillah. Selamat kkn. Semoga sukses dunia akhirat, hho. B).
Yup NIAT.
Karena setiap amal perbuatan akan diberi balasan sesuai dengan niatnya, maka saya tanya: kamu kkn ngapain?
.karena program kampus?
.biar dpt nilai A?
.Ajang cari temen?
.latihan terjun di masyarakat?
Well, ya okelah. But.. Not just it. We have mission.
The mission is : Dakwah.
Berat ya rasanya denger kata dakwah. Hho oke sederhananya, mewarnai dengan kebaikan.
Banyak peluang-peluang kebaikan yang bsa kita tanami dilingkungan kkn.
Peluang #1, menjaga.
Menjaga diri.
Hal yang pertama harus kita lakukan adalah menjaga diri. Amal yaumiyah di konsistenkan.
Enaknya ditempat kkn itu, kita bisa shalat berjamaah terus menerus 5waktu. Apalagi buat anak yang bukan kontrakan, ini sangat menguntungkan untuk menempa diri membiasakan diri shalat tepat waktu dan berjamaah. Ditambah temen2nya pada semangat shalat berjamaah, beuh,mantep dah. Insya Allah yang begini ini yang akan menambah keberkahan kkn. Amin.
Trus ibadah sunnahnya juga. Dhuha. Qiyamul lail/tahajud. Tilawah min 1juz perhari usahakan banget itu. Trus hafalan jagan sampe mandek, apalagi berkurang. Puasa sunnahnya juga untuj mempersiapkan bulan puasa.
Iya loh kkn tuh kan pas bulan puasa, momen bagus banget buat mewarnai. *oke kita bahas nanti.
Yang ga kalah penting adalah,untuk yang sudah memiliki jadwal ngaji pekanan sementara lokasi kkn jauh dari kampus, jangan panik. Disana kalian bisa mencari link murobbi pengganti atau minta transfer ke murobbinya masing2. Kenapa jadwal ngaji pekanan itu penting? Ya tentu, itu akan menjadi sarana penting untuk memenuhi asupan ruhani selain amal yaumi. So, jangan sampe ngaji pekanannya mandek selama kkn. Kalo ternyata gak dapet ustadz/ustadzah disana, bisa mengumpulkan teman2 yang mau diajak ngaji, trus bikin forum ngaji deh. Pematerinya bisa bergiliran. Saya juga begitu tuh pas kkn kmaren, menambah ilmu baru loh, masya Allah, soalnya isi materinya bisa share tentang keilmuwan masing2. Beda2 fakultas kan? So, bisa sekalian penyuluhan gigi buat anak fkg,hho. *ups.
Oh iya, isi forum ngaji gak mesti membahas materi yang berat2 kok. Cukup hal sederhana namun dimaknai bersama, insya Allah hal itu akan melatih mata hati dalam melihat sisi2 positif dari setiap peristiwa.
Kemudian menjaga teman.
Setiap anggota kkn itu terdiri dari fakultas yang berbeda. Daerah asal yang berbeda. Watak yang berbeda. Bahkan keyakinan berbeda. Jadi pandai2lah mengajak teman pada kebaikan. Atau minimal mencegahnya dari sesuatu yang buruk. Misalnya ditempat kkn teman saya ada warga yang pemudanya itu suka mabuk2an dan kadang2 mengajak anak2 kkn juga. Nah pentingnya saling mengingatkan dan saling peduli itu dalam kondisi seperti ini.
Lebih baik lagi kalo ada temen yang mau diajak ngaji bareng *untuk yang muslim tentunya. Misalnya materi2 tentang fikh wanita tuh buat para putri. Penting sekali membahas mengenai fikih thaharah, karena ternyata ada juga yang belum mengetahui mengenai bagaimana bersuci atau mandi besar, atau membedakan cairan2 yang keluar, dll. Itu soalnya jadi bahasan menarik ditepat saya,hhe. Sukur2 kalo grup ngajinini bisa awet sampe pasca kkn. Masya Allah semoga ya... :)
Menjaga masyarakat.
Percayalah, kalian disana akan sangat dihormati oleh warga. Apalagi mereka yang tinggal di pedesaan ditempat yang sulit akses ke dunia luar apalagi akses pendidikan, akan sangat menghormati mahasiswa. Bukankah sudah lama mereka menggantungkan harap dipundak mahasiswa.? Saya jadi teringat artikelnya Pak Ridwansyah mengenai kata mahasiswa. Yang jika di bahasa inggriskan tak ada tuh great student. Atau dalam bahasa arab tak ada akbar thulaby. Hanya bahasa indonesia yang mengkhususkan penggunaan bahasa bagi mahasiswa. Karena bagi bangsa indonesia. Kata maha yang membersamai kata siswa itu mengartikan sesuatu yang tak terbatas. Tak hingga. Begitu banyak harapan yang mereka gantungkan pada mahasiswa bagi masa depan bangsa. Yang intinya adalah, sense of mengabdinya dipertajam. Sekali lagi, misi kita bukan hanya sekedar dapet nilai A kemudian selesai. Bukan, kawan. Harapan kita adalah menanam cahaya. Sehingga mereka nti ketika kita tinggalkan, bisa mandiri menggenggam cahaya itu. Jangka panjang juga ditargetkan. Sukur2 sampe ada follow up.
Dan ingat, Mereka tak hanya butuh bantuan materi atau alat2 canggih yang kita buatkan, tapi ilmu agama. Ruhani. Percayalah, banyak dari masyarakat desa yang bahkan tak mengenal huruf hijaiyah. TPA-TPA tak ada pengajarnya, padahal semangat belajar ngaji bocah-bocah pinggiran itu sebesar gunung uhud. Yang bikin saya terharu adalah ketika ditempat kkn saya itu, kami tim kkn sepakat untuk menetapkan TPA 3kali seminggu karena padatnya jadwal program2 kami. Tapi ternyata tiap sore mereka main di mesjid. Katanya pengen ngaji terus. Masya Allah.
Oh ya, selain pemberdayaan Mesjid dan TPA juga ingat, remaja. Untuk yang lokasi kkn nya ada remajanya, bisa tuh dirangkul diajakin ngaji. Mereka seneng loh sekedar diliatin tayangan video motivasi dari laptop. Letupkan semangat belajar mereka. Kalo kita telaten sampe mereka semangat ngaji tiap pekan jangan sampe forum ngaji itu terputus pasca kalian pergi. Cariin ustadzah atau mahasiswa dekat daerah situ. Memang perlu tekad, subhanallah banget kalo sampe bsa terfollow up i.
Oke next
Peluang dakwah #2
Bi'ah hasanah.
Di tempat kkn saya itu mesjidnya sepi sekali. Bahkan saya sempat dapat cerita di tempat kkn lain ada yang saking sibuk ke ladang, dimesjdi itu adzan ashar jam 4. Astaghfirullah. Tugas kita adalah juga memberdayakan mesjid. Adzan tiap 5kali sehari tepat waktu. Ikut shalat berjamaah ke mesjid.
Oh iya ditempat kkn juga jangan lupa siapkan amunisi membaca buku loh. Persiapkan buku2 untuk dibekal ke tempat kkn. Buku apa saja yang dapat menambah kafaah kita terutama ilmu islam.
Ada tips juga untuk teman2 yang hendak rapat. Ya tentu ditempat kkn itu intenatas rapat akan sangat sering. Sehingga interaksi perlu diberi rambu2 bagi laki-laki dan perempuan.
Baiknya rapat tempat duduk laki2 dan perempuan dipisah. Kemudian rapat diawali dengan doa dan sangat dianjurkan kultum dulu. Iya ada kultum ditugaskan bergiliran. Materi kultum bisa tentang apa saja. Sesuatu yang sederhana namun bermakna juga tidak masalah. Misalnya ditempat kkn saya itu ada yang suka naik gunung. Sehingga dia oernah bercerita pengalaman mautnya hampir jatuh dari gunung tertimpa batu besar dari puncak. Atau kisah mbak pariwisata yang magang di restoran dan kisahnya memilah daging babi,dll.
Yang paling penting waktu rapat harus ada jam malamnya loh. Maksimal jam 10.
Untuk kalian yang tinggal seatap putra putri, bijak2 menggunakan kamar mandi. Baiknya disiasati dengan pembagian jam mandi. Misal putra mandi jm 7, putri jam 8 habis masak sarapan misal. Biar gak antri didepan kamar mandi. Kan ngeri tuh kalo pas yang putri mndi trus digedor putra walopun sekedar ditanya "siapa didalam?". Bzzzt jangan sampe deeeh... -.-
Diusahakan pondokan putra putri dipisah. Karena konflik2 akan lbh sulit dihindari jika satu pondokan. Tpi kadang2 ada kondisi2 khusus yang tida bsa dihindari. Solusinya, jaga hijab ya untuk putri. Jilbabnya jangan sampe nyangkut dimana2. Siapkan baju2 sehari2 yang panjang tapi juga adem, semodel daster2 gitu. Gpapa walopun kayak emak2,tp aib2 kita terjaga.
Trus kaos kaki ya, duh itu godaan nyopotnya gede banget. Kadang males make sehabis wudu atau sehabis dr jamban. Dengan tekad menjaga diri yang kuat, diusahakan ttp menjaga hijabnya. Karena sekali saja kita lengah, celah setan terbuka lebar. Ok,girl, ;). Waspadalah waspadalah *apacoba.
Oh iya satu lagi, jemuran! Aduh itu "perabotan" putri tolong dijaga. Untuk daleman siasati dengan menjemurnya dengan ditutupi kain lain sebagai penutup. Bisa ditumpuk dengan ditutupi baju luaran. Atau supaya proses pengeringan tdk jadi lambat bisa ditutupi kain tipis semisal jilbab. Hal2 sepele seperti itu bisa jadi masalah kalo tak ditangani dg telaten.
Nah itu peluang2 dakwahnya secara umum. Selain itu ada beberapa tips penting untuk mengatasi persoalan2 seputar kkn. Cekidot,
"HANTU" saat kkn dan tipsnya....
#1. Susah mencari kajian, artikel di inet, atau toko buku,
Nah itu dia, boro2 mau ngenet nyari artikel, kadang sinyal hape pun susah. So, disinilah pentingnya saling mengingatkan dan forum ngaji tadi. Percaya deh, seminggu ga dapet ilmu asupan ruhani saja, rasanya gerah banget. Emosi meningkat, pengennya senggol bacok aja *yang ini lebay. So kita redamkan dengan Al Quran, :-D.
#2. Pergaulan dengan lawan jenis.
Nah loh, ini nih yang sangat diwanti2. VMJ.
Interaksi yang cukup intens bahkan hampir 24 jam sehari dalam sebulan sangat membuka peluang besar bagi berseminya benih2 virus.
Saya jadi ingat nasihat ustadzah pejuang ditempat kkn saya, katanya, mata itu jendela hati, jika mata terjaga, hati tak akan terluka *tsah. Dan itu mengena sekali. So, itulah kenapa Allah menyuruh kita untuk Gadhul Bashar alias menundukkan pandangan.
#3. Masyarakat tidak mau menerima program dan dakwah kita.
Untuk program, itulah perlunya renstra, analisis SWOT, dll. Sebelum menetapkan program, rajin2 turun ke rumah2 desa, silaturahim terutama. Hal yang pertama wajib kita lakukan ya silaturahim ke warga. Pendekatan dengan warga dengan cara memenuhi undangan, megikuti taklim atau pengajian2 warga, upacara adat budaya, dll. Intinya semua bisa dikomunikasikan.
Terapkan juga 5S ya, sopan, santun, salam, senyum, sapa.
#4, Konflik internal kkn
Konflik2 sangat rawan terjadi ditempat kkn. Dan kadang hal itu bsa diperparah oleh keadaan dan tekanan sehingga jika tidak dewasa menyikapi suatu hal masalah sepele bisa jadi besar. Oleh karena itu perbesarlah ruang toleransi. Semua dikomunikasikan. Terkadang masalah itu timbul hanya karena kurang komunikasi. So, selamat menempa diri dan dengan pandai2 mengelola emosi.
#5. Kendala bahasa
Waduh itu saya banget. Hho. Saya orang sunda yang kkn di pedalaman jogja yang bahasa jawanya kromo banget, masya Allah gigit jari mulu saya. Hho. Pastikan ada translater yang setia deh. Lalu masalah penyuluhan. Nah, terkadang beberapa program kita ada yang membutuhkan presentasi pada warga. Gunakan bahasa indonesia yang mudah dipahami. Jangan sok gaya pake kata tingkat dewa, misalnya "oleh karena itu kami menginstruksikan...., "atau "pentingnya menjaga oral hygiene," opooo kui. Intinya gunakan bahasa ringan, sederhana, dan membumi. Misalnya gunaksn kata gigis untuk rampan karies bagi anak fkg, trus gusi untuk gingiva, gigi bolong untuk karies, dll.
Gunakan juga materi presentasi yang menarik, misal pake gambar, jangan kata2 yang dibanyakin, video, lagu2 nyanyian untuk anak2, dll.
#6 futur ketika kkn
Nah loh intinya itu tadi, sering2 beri asupan makanan untuk ruhani. Ingat, ketika kkn itu pas bulan puasa. Kadang kita baru plg program itu sore, trus masak buat buka, trus buka puasa, taraweh, rapat sampe jam 10, ngerjain diary kkn, baru bsa tidur jam 12, set 3 udah harus bangun lagi buat masak sahur. menguras energi dan fikiran banget deh. Kalo gak pandai managemen hati dan ruhani, memang rawan futur. Saling mengingatkan dengan teman. :-)
Sudaaaahhhhh. Alhamdulillah. Selamat kkn. Semoga sukses dunia akhirat, hho. B).
Minggu, 05 Mei 2013
kaukah nobita?
halo
hai
apakah kamu nobita?
bukan, anda mencari nobita?
tidak, apakah kamu doraemon?
bukan, tapi saya suka doraemon.
bagaimana dengan nobita? apakah kamu suka?
hmm.. nobita terlalu banyak mengeluh, dia sering menunda pekerjaan, tidak percaya diri, seringkali mengandalkan orang lain untuk mengerjakan kewajibannya, tidak mau berusaha, ingin mendapatkan sesuatu yang spontan tanpa mengeluarkan tenaga, selalu ingin terlihat keren didepan teman-temannya, dia juga manja, tidak mandiri, dan masih banyak lagi...
kau hanya melihat satu sisi. perbaiki matamu.
iyasih, nobita baik, setiakawan, penurut pada ibunya, berhati lembut, selalu ingin menolong sesama, tapi tetap saja saya lebih suka doraemon.
ada satu hal yang kau lupa darinya.
apa?
dia orang yang tulus. tidakkah kau hitung berapa kali ia menyelamatkan dunia? tapi ia tak minta pamrih terlebih pamer.
"Dan sungguh, pada hewan ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari apa yang ada dalam perutnya (berupa) susu murni antara kotoran dan darah, yang mudah ditelan bagi orang yang meminumnya." (QS An-Nahl 66)
ketulusan itu adalah ikhlas ...
seperti susu murni
ia terletak antara kotoran dan darah, namun tetap terjaga kemurniannya.
"Bahwa Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan menimpa kamu sekalian ialah syirik yang paling kecil. Mereka bertanya: Apakah itu syirik yang paling kecil ya Rasulullah? Beliau menjawab: Riya! Allah berfirman pada hari kiamat, ketika memberikan pahala terhadap manusia sesuai perbuatan-perbuatannya: Pergilah kamu sekalian kepada orang-orang yang kamu pamerkan perilaku amal kamu di dunia. Maka nantikanlah apakah kamu menerima balasan dari mereka itu."
menggigil diri ini tatkala membayangkan Allah menghardik kita : " Pergilah kamu sekalian kepada orang-orang yang kamu pamerkan perilaku amal kamu di dunia. Maka nantikanlah apakah kamu menerima balasan dari mereka itu?"
Astaghfirullah... Lindungi kami dari segala penyakit hati, Ya Rabbi...
Ajari kami ketulusan... T_T
hai
apakah kamu nobita?
bukan, anda mencari nobita?
tidak, apakah kamu doraemon?
bukan, tapi saya suka doraemon.
bagaimana dengan nobita? apakah kamu suka?
hmm.. nobita terlalu banyak mengeluh, dia sering menunda pekerjaan, tidak percaya diri, seringkali mengandalkan orang lain untuk mengerjakan kewajibannya, tidak mau berusaha, ingin mendapatkan sesuatu yang spontan tanpa mengeluarkan tenaga, selalu ingin terlihat keren didepan teman-temannya, dia juga manja, tidak mandiri, dan masih banyak lagi...
kau hanya melihat satu sisi. perbaiki matamu.
iyasih, nobita baik, setiakawan, penurut pada ibunya, berhati lembut, selalu ingin menolong sesama, tapi tetap saja saya lebih suka doraemon.
ada satu hal yang kau lupa darinya.
apa?
dia orang yang tulus. tidakkah kau hitung berapa kali ia menyelamatkan dunia? tapi ia tak minta pamrih terlebih pamer.
***
ketulusan itu adalah ikhlas ...
seperti susu murni
ia terletak antara kotoran dan darah, namun tetap terjaga kemurniannya.
"Bahwa Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan menimpa kamu sekalian ialah syirik yang paling kecil. Mereka bertanya: Apakah itu syirik yang paling kecil ya Rasulullah? Beliau menjawab: Riya! Allah berfirman pada hari kiamat, ketika memberikan pahala terhadap manusia sesuai perbuatan-perbuatannya: Pergilah kamu sekalian kepada orang-orang yang kamu pamerkan perilaku amal kamu di dunia. Maka nantikanlah apakah kamu menerima balasan dari mereka itu."
menggigil diri ini tatkala membayangkan Allah menghardik kita : " Pergilah kamu sekalian kepada orang-orang yang kamu pamerkan perilaku amal kamu di dunia. Maka nantikanlah apakah kamu menerima balasan dari mereka itu?"
Astaghfirullah... Lindungi kami dari segala penyakit hati, Ya Rabbi...
Ajari kami ketulusan... T_T
Jumat, 03 Mei 2013
terdampar
Jika saja jari-jari saya ini adalah perut (?), niscaya dia akan gendut. Kaku. Jarang gerak. Bagi saya satu-satunya cara agar jari-jari saya sixpack adalah dengan menulis. Ahai jika Laila Majnun binasa karena dirundung rindu menggebu yang mendera menyiksa pada seorang pujangga. Jika Maria di ayat-ayat cinta menderita koma karena pedihnya patah hati karena cinta tak berbalas. Maka disini saya memendam selaksa rindu setinggi gunung merbabu yang tak lain dan tak bukan pada..... menulis *ampundeh hentikan khayalanmu,nak!
Cobalah tengok betapa busuknya blog ini, bau apek, buluk, usang, hina, dina, penuh jaring-jaring spiderman, ada kecoa, cicak, semut, jangkrik, kodok *omaigad gembira loka ngungsi semua.
Banyaaaak sekali yang ingin saya ceritakan. Tentang ini , itu, si ini, si itu, disini, disitu, kesini, kesitu, semuaaaa.... Tapi sekarang lupa. Terevaporasi bersama lenyapnya awan Maret dan April. Sungguh, waktu itu sangaaaattt cepat berlari. Tak peduli betapa payahnya saya mengejarnya. Dia tetap acuh tak acuh. Dan sekarang dia seolah menertawakan saya karena saya yang telah tertinggal begitu jauh di belakangnya. Saya terhenyak sesaat. Merutuki betapa lambatnya saya dan betapa tak adilnya dia karena tak memberi saya kesempatan untuk beristirahat.
Ketika itu, awan Maret menggiring saya pada sebuah negri tak berpenghuni. Asri. Dengan kemurahan-Nya yang tak terperi, surga seolah bocor didepan mata saya. Garis abu yang menjadi jalur pijakan saya ini, membentang hingga ke langit. Tak percaya? Saya memang berada di atas bukit. Kadang jalanan akan berubah menjadi curam, terkadang menjadi tanjakan. Tongkat Nabi Musa seolah berhasil membelah lautan berwana hijau itu menjadi dua bagian. Garis abu ini terkadang berkelok-kelok dan seolah memutari setengah lingkaran bukit. Ya, kanan dan kiri saya ini bukit, ada yang berselimut permadani hijau, ada yang berupa warna abu kehitam-hitaman yang terdistorsi. Permadani hijau itu terhampar sejauh mata memandang. Dimana-mana mata saya hanya menemukan warna hijau, hitam, dan biru. Yang saya indera tentu tak sesederhana ketiga warna itu. Mereka semua bergradasi indah dengan komposisi warna yang hanya bisa tercipta dari cat alami buatan Sang Penguasa Alam. Belum lagi abu kehitam-hitamannya bebatuan yang bertumpuk-tumpuk rumit satu sama lain. Ada batu cadas yang seolah ditebarkan dari ledakan gunung berapi. Ada kristalisasi kalsium alam yang menghasilkan massa ber-pH basa berupa batu kapur. Ia berwarna putih kekuningan dan terkadang mengintip malu-malu di balik si batu cadas. Masya Allah. Bahkan jika seluruh pelukis ternama di seluruh dunia diminta untuk memindahkan pemandangan didepan bola mata saya ini ke atas sebuah kanvas, niscaya tak akan mampu menyamai mahadahsyatnya buatan tangan Tuhan, bahkan hanya senoktah, seatom, semikron. Bahkan.... pena saya pun terseok-seok memunguti kata demi kata yang dirasa tepat untuk melukiskan betapa indahnya surga dunia yang terpantul dari lensa mata saya ini. Bahkan... yah saya speechless. :')
Setibanya di Pantai Wediombo, saya dan kawan-kawan hanya transit untuk mentipkan keempat motor yang kami tumpangi. Lalu ke WC sekedar melemaskan saraf dan otot setelah 4 jam di perjalanan, kemudian langsung berangkat menuju pantai tujuan kami. Ketika itu, adzan maghrib terdengar sayup-sayup dari (mungkin) satu-satunya menara mesjid di sana. Karena perjalanan khawatir kemalaman, maka kami memutuskan untuk menjamak shalat. Rencananya kami hendak mendirikan tenda di Pantai Jungok. Pantai Jungok terletak di balik bukit yang terletak di pantai Wedi Ombo. Akses ke sana harus memutari dulu bukit, dan perjalanan ke bukit itu sekitar 45 menit. Karena bukit yang akan kami daki cukup tinggi, maka akan lebih keren kedengarannya kalo kita sebut saja ini sebagai... naik gunung. B)
Baru seperempat perjalanan, jalanan sudah gelap, hanya diterangi bulan dan sinar kecil yang terpancar dari 4 senter yang kami bawa. Padahal kami semua ada 8 orang. Saya yang dari pagi belum makan (bayangkan! T_T) merasa jalanan di hadapan saya semakin berputar. Melilit-lilit dan lemas luar biasa. Teman-teman saya sudah hafal jika saya diam, adem ayem, damai, sentosa, merdeka, sejahtera, syalalala..... berarti. saya. lapar. *ngok.
Sampai di pantai jungok jam 7 malam. Kami gotong royong mendirikan tenda. Luar biasa gelap disana, penerangan hanya dari bulan, bahkan sinar senter yang kami bawa jika disatukan dan dinyalakan bersama-sama tak berhasil menampakan banyak hal didepan kami. Alangkah lemahnya manusia. :'(.
Debur ombak yang menemani kami malam itu menambah merdu dan syahdu suasana disana. Kita ber-8 seperti pemeran utama film '5 cm' (ngakak), atau bak maen di film doraemon yang terdampar di pulau roti, atau kayak di film Pirates of Caribean saat si kapten Jack Sparrow dicampakkan Black Pearlnya di pulau tortuga *ngaco. Keren deh pokoknya. Kalo saya punya 7 jempol, udah saya kasih dari dulu ke ketua rombongan kami. Gokil banget.
Selesai mendirikan tenda, saya dan teman-teman berdebat mengenai boleh tidaknya wudhu pake air laut. Saya dengan anugerah kesotoyan saya yang luar biasa keukeuh bilang selama ada air tawar sebaiknya pake air aqua. huks. adegan ini tidak untuk ditiru ya karena tidak lulus sensor. T_T. Bentar, saya jeduk-jedukin pala dulu ke tenda*apasih.
"Ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah: Wahai rasulullah, kami berlayar di laut dan hanya membawa sedikit air sebagai bekal. Jika kami pergunakan air tersebut untuk berwudhu, maka kami akan kehausan. Untuk itu, apakah kami boleh berwudhu dengan menggunakan air laut? rasulullah menjawab: Air laut itu suci dan mensucikan, dimana bangkai hewan yang berada di dalamnya pun halal." (HR. Al-Khamsah)
*Imam At-Tirmidzi dan Al-Bukhari mensahihkannya. Jadi sebenarnya boleh ya wudhu pake air laut karena termasuk air mutlak. :D
Selesai shalat jamak maghrib dan isya, kami makan dengan bekal nasi yang kami bawa dari jogja. Didepan tenda kami menggelar tikar. Kami berkumpul ber-8 dan bermain game yang kami ciptakan sendiri. Ditemani hot coklat plus alunan debur ombak. Masya Allah banget deh.
Kami ber-8 sama-sama berasal dari tasik yang kuliah di UGM. Sama-sama angkatan 09 kini menginjak semester akhir. Empat orang putra dan 4 orang putri. Tiga orang dari teknik sipil, satu dari elektronika dan instrumentasi (elins), satu sastra inggris, satu kedokteran hewan, satu kedokteran umum, dan saya kedokteran gigi. Kami semuanya berteman dari semester awal kuliah. Tugas putra adalah mengangkut tenda, air mineral 8 botol 1,5 L, kompor, nenteng tikar, mendirikan tenda, masak, menggulung tenda, blablabla, syalala, nguing nguing. Sementara tugas yang putri adalah..... membantu dengan doa. Haha.
Yang tak terlupakan adalah ketika waktunya tidur. Kami ber-4 (putri), tidur beralaskan sehelai tikar yang digelar diatas pasir putih dan beratapkan langit hitam pekat bertabur bintang. Subhanallah indahnya tak terkira. Belum lagi MP3 alamnya, suara deburan ombak yang bergulung-gulung menjilati batu cadas. Kami semua mematikan lampu emergensi, sehingga suasana benar-benar gelap gulita. Kami tak sempat mengumpulkan ranting ketika menyusuri gunung karena suasana benar-benar gelap, sehingga kami tak bisa membuat api unggun atau apapun yang bisa menghangatkan badan kami. Alhasil kami tidur berselimut beberapa lapis kain. Jaket tebal, selimut kain, bahkan mukena, sajadah, semua dimanfaatkan untuk membalut badan kami. Kocak.
Tak ingin tiidur rasanya. Malam itu terlalu indah untuk dilalui begitu saja. huks :').
Entah jam berapa, saya terkesiap. Dan refleks meraba-raba hape. Hape saya basah tertutupi embun. Kami semua pun bangun dan segera mengambil wudhu. Lalu bertasbih bersama alam. "maka nikmat Tuhanmu yang mana yang kamu dustakan?" (QS Ar-Rahman).
Tak menunggu lama. Semburat cahaya jingga mengintip malu dari balik bukit. Berpendar memancarkan kilaunya. Saya seolah baru pertama kali itu melihat alam yang dengan kepongahannya memamerkan kecantikannya. Seiring jarum detik di jam saya berbunyi, peri-peri jingga itu bermunculan dan berkelindan menyebar membentuk semburat cahaya keperakan. Aduhai Allah... betapa dahsyatnya... :')
Ketika matahari naik sepenggalan, sadarlah kami bahwa surga sepertinya memang bocor. Bener-bener serasa di dunia ini ga ada siapa-siapa selain kami ber-8. Ber-8 aja udah sebegini maruknya kami berlari-lari kesana kemari sambil tereak kegirangan karena kami tak menemukan satupun kertas bernama skr*ps* disini dan berdoa sepenuh jiwa dan raga berharap dia benar-benar lenyap dimuka bumi ini *noyor-kepala-kecoa XD.
Kamu mau salto jungkir balik guling-guling, kagak bakal ada satpam yang nimpukin percaya deh pulau ini bener-bener sepi. Emmm...enggg... sebenernya di ujung kanan nun jauh disana dari tenda kami, berdiri tenda asing sih yang kagak tau itu siapa *abaikan-saja* XD. Sungguh berasa pulau milik pribadi deh. Beuh... pulau Caledonia-nya Gu Jun Pyo di Boys Before Flower mah kelaut aja. Ini. Jauh. Lebih. Keren. Suer. *sotoy.
............(*nunggu mood upload poto ya,hho).............
'Hei sedang apa kau disitu???' tiba-tiba si harapan membentak saya di kejauhan. Dan saya terperanjat. Mengucek-ngucek mata dan nyusut iler (?). Omaigad skr*psi???? Cukstaw. U know what i mean-lah. Cukup tahu gak pake toge, ntar jadi gehu*halah, harapan itu masih ada. *mengepalkan-tangan-dengan-tampang-jumawa. B)
Cobalah tengok betapa busuknya blog ini, bau apek, buluk, usang, hina, dina, penuh jaring-jaring spiderman, ada kecoa, cicak, semut, jangkrik, kodok *omaigad gembira loka ngungsi semua.
Banyaaaak sekali yang ingin saya ceritakan. Tentang ini , itu, si ini, si itu, disini, disitu, kesini, kesitu, semuaaaa.... Tapi sekarang lupa. Terevaporasi bersama lenyapnya awan Maret dan April. Sungguh, waktu itu sangaaaattt cepat berlari. Tak peduli betapa payahnya saya mengejarnya. Dia tetap acuh tak acuh. Dan sekarang dia seolah menertawakan saya karena saya yang telah tertinggal begitu jauh di belakangnya. Saya terhenyak sesaat. Merutuki betapa lambatnya saya dan betapa tak adilnya dia karena tak memberi saya kesempatan untuk beristirahat.
Ketika itu, awan Maret menggiring saya pada sebuah negri tak berpenghuni. Asri. Dengan kemurahan-Nya yang tak terperi, surga seolah bocor didepan mata saya. Garis abu yang menjadi jalur pijakan saya ini, membentang hingga ke langit. Tak percaya? Saya memang berada di atas bukit. Kadang jalanan akan berubah menjadi curam, terkadang menjadi tanjakan. Tongkat Nabi Musa seolah berhasil membelah lautan berwana hijau itu menjadi dua bagian. Garis abu ini terkadang berkelok-kelok dan seolah memutari setengah lingkaran bukit. Ya, kanan dan kiri saya ini bukit, ada yang berselimut permadani hijau, ada yang berupa warna abu kehitam-hitaman yang terdistorsi. Permadani hijau itu terhampar sejauh mata memandang. Dimana-mana mata saya hanya menemukan warna hijau, hitam, dan biru. Yang saya indera tentu tak sesederhana ketiga warna itu. Mereka semua bergradasi indah dengan komposisi warna yang hanya bisa tercipta dari cat alami buatan Sang Penguasa Alam. Belum lagi abu kehitam-hitamannya bebatuan yang bertumpuk-tumpuk rumit satu sama lain. Ada batu cadas yang seolah ditebarkan dari ledakan gunung berapi. Ada kristalisasi kalsium alam yang menghasilkan massa ber-pH basa berupa batu kapur. Ia berwarna putih kekuningan dan terkadang mengintip malu-malu di balik si batu cadas. Masya Allah. Bahkan jika seluruh pelukis ternama di seluruh dunia diminta untuk memindahkan pemandangan didepan bola mata saya ini ke atas sebuah kanvas, niscaya tak akan mampu menyamai mahadahsyatnya buatan tangan Tuhan, bahkan hanya senoktah, seatom, semikron. Bahkan.... pena saya pun terseok-seok memunguti kata demi kata yang dirasa tepat untuk melukiskan betapa indahnya surga dunia yang terpantul dari lensa mata saya ini. Bahkan... yah saya speechless. :')
Setibanya di Pantai Wediombo, saya dan kawan-kawan hanya transit untuk mentipkan keempat motor yang kami tumpangi. Lalu ke WC sekedar melemaskan saraf dan otot setelah 4 jam di perjalanan, kemudian langsung berangkat menuju pantai tujuan kami. Ketika itu, adzan maghrib terdengar sayup-sayup dari (mungkin) satu-satunya menara mesjid di sana. Karena perjalanan khawatir kemalaman, maka kami memutuskan untuk menjamak shalat. Rencananya kami hendak mendirikan tenda di Pantai Jungok. Pantai Jungok terletak di balik bukit yang terletak di pantai Wedi Ombo. Akses ke sana harus memutari dulu bukit, dan perjalanan ke bukit itu sekitar 45 menit. Karena bukit yang akan kami daki cukup tinggi, maka akan lebih keren kedengarannya kalo kita sebut saja ini sebagai... naik gunung. B)
Baru seperempat perjalanan, jalanan sudah gelap, hanya diterangi bulan dan sinar kecil yang terpancar dari 4 senter yang kami bawa. Padahal kami semua ada 8 orang. Saya yang dari pagi belum makan (bayangkan! T_T) merasa jalanan di hadapan saya semakin berputar. Melilit-lilit dan lemas luar biasa. Teman-teman saya sudah hafal jika saya diam, adem ayem, damai, sentosa, merdeka, sejahtera, syalalala..... berarti. saya. lapar. *ngok.
Sampai di pantai jungok jam 7 malam. Kami gotong royong mendirikan tenda. Luar biasa gelap disana, penerangan hanya dari bulan, bahkan sinar senter yang kami bawa jika disatukan dan dinyalakan bersama-sama tak berhasil menampakan banyak hal didepan kami. Alangkah lemahnya manusia. :'(.
Debur ombak yang menemani kami malam itu menambah merdu dan syahdu suasana disana. Kita ber-8 seperti pemeran utama film '5 cm' (ngakak), atau bak maen di film doraemon yang terdampar di pulau roti, atau kayak di film Pirates of Caribean saat si kapten Jack Sparrow dicampakkan Black Pearlnya di pulau tortuga *ngaco. Keren deh pokoknya. Kalo saya punya 7 jempol, udah saya kasih dari dulu ke ketua rombongan kami. Gokil banget.
Selesai mendirikan tenda, saya dan teman-teman berdebat mengenai boleh tidaknya wudhu pake air laut. Saya dengan anugerah kesotoyan saya yang luar biasa keukeuh bilang selama ada air tawar sebaiknya pake air aqua. huks. adegan ini tidak untuk ditiru ya karena tidak lulus sensor. T_T. Bentar, saya jeduk-jedukin pala dulu ke tenda*apasih.
"Ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah: Wahai rasulullah, kami berlayar di laut dan hanya membawa sedikit air sebagai bekal. Jika kami pergunakan air tersebut untuk berwudhu, maka kami akan kehausan. Untuk itu, apakah kami boleh berwudhu dengan menggunakan air laut? rasulullah menjawab: Air laut itu suci dan mensucikan, dimana bangkai hewan yang berada di dalamnya pun halal." (HR. Al-Khamsah)
*Imam At-Tirmidzi dan Al-Bukhari mensahihkannya. Jadi sebenarnya boleh ya wudhu pake air laut karena termasuk air mutlak. :D
Selesai shalat jamak maghrib dan isya, kami makan dengan bekal nasi yang kami bawa dari jogja. Didepan tenda kami menggelar tikar. Kami berkumpul ber-8 dan bermain game yang kami ciptakan sendiri. Ditemani hot coklat plus alunan debur ombak. Masya Allah banget deh.
Kami ber-8 sama-sama berasal dari tasik yang kuliah di UGM. Sama-sama angkatan 09 kini menginjak semester akhir. Empat orang putra dan 4 orang putri. Tiga orang dari teknik sipil, satu dari elektronika dan instrumentasi (elins), satu sastra inggris, satu kedokteran hewan, satu kedokteran umum, dan saya kedokteran gigi. Kami semuanya berteman dari semester awal kuliah. Tugas putra adalah mengangkut tenda, air mineral 8 botol 1,5 L, kompor, nenteng tikar, mendirikan tenda, masak, menggulung tenda, blablabla, syalala, nguing nguing. Sementara tugas yang putri adalah..... membantu dengan doa. Haha.
Yang tak terlupakan adalah ketika waktunya tidur. Kami ber-4 (putri), tidur beralaskan sehelai tikar yang digelar diatas pasir putih dan beratapkan langit hitam pekat bertabur bintang. Subhanallah indahnya tak terkira. Belum lagi MP3 alamnya, suara deburan ombak yang bergulung-gulung menjilati batu cadas. Kami semua mematikan lampu emergensi, sehingga suasana benar-benar gelap gulita. Kami tak sempat mengumpulkan ranting ketika menyusuri gunung karena suasana benar-benar gelap, sehingga kami tak bisa membuat api unggun atau apapun yang bisa menghangatkan badan kami. Alhasil kami tidur berselimut beberapa lapis kain. Jaket tebal, selimut kain, bahkan mukena, sajadah, semua dimanfaatkan untuk membalut badan kami. Kocak.
Tak ingin tiidur rasanya. Malam itu terlalu indah untuk dilalui begitu saja. huks :').
Entah jam berapa, saya terkesiap. Dan refleks meraba-raba hape. Hape saya basah tertutupi embun. Kami semua pun bangun dan segera mengambil wudhu. Lalu bertasbih bersama alam. "maka nikmat Tuhanmu yang mana yang kamu dustakan?" (QS Ar-Rahman).
Tak menunggu lama. Semburat cahaya jingga mengintip malu dari balik bukit. Berpendar memancarkan kilaunya. Saya seolah baru pertama kali itu melihat alam yang dengan kepongahannya memamerkan kecantikannya. Seiring jarum detik di jam saya berbunyi, peri-peri jingga itu bermunculan dan berkelindan menyebar membentuk semburat cahaya keperakan. Aduhai Allah... betapa dahsyatnya... :')
Ketika matahari naik sepenggalan, sadarlah kami bahwa surga sepertinya memang bocor. Bener-bener serasa di dunia ini ga ada siapa-siapa selain kami ber-8. Ber-8 aja udah sebegini maruknya kami berlari-lari kesana kemari sambil tereak kegirangan karena kami tak menemukan satupun kertas bernama skr*ps* disini dan berdoa sepenuh jiwa dan raga berharap dia benar-benar lenyap dimuka bumi ini *noyor-kepala-kecoa XD.
Kamu mau salto jungkir balik guling-guling, kagak bakal ada satpam yang nimpukin percaya deh pulau ini bener-bener sepi. Emmm...enggg... sebenernya di ujung kanan nun jauh disana dari tenda kami, berdiri tenda asing sih yang kagak tau itu siapa *abaikan-saja* XD. Sungguh berasa pulau milik pribadi deh. Beuh... pulau Caledonia-nya Gu Jun Pyo di Boys Before Flower mah kelaut aja. Ini. Jauh. Lebih. Keren. Suer. *sotoy.
............(*nunggu mood upload poto ya,hho).............
'Hei sedang apa kau disitu???' tiba-tiba si harapan membentak saya di kejauhan. Dan saya terperanjat. Mengucek-ngucek mata dan nyusut iler (?). Omaigad skr*psi???? Cukstaw. U know what i mean-lah. Cukup tahu gak pake toge, ntar jadi gehu*halah, harapan itu masih ada. *mengepalkan-tangan-dengan-tampang-jumawa. B)
Kamis, 28 Februari 2013
kilauan februari
Dengan torehan tinta pertama saya di penghujung Februari ini, saya sunting selaksa rasa yang telah berbaik hati menghantarkan saya ke depan pintu kedewasaan.
Saya bisikkan rasa terimakasih saya...
...untuk hujan yang setia menyumbangkan ketenangan diteriknya padang ujian.
...untuk sepi yang berkelindan diantara gemuruh kesibukan.
...untuk ketenangan yang dengan kesabarannya memaksa air lakrimal keluar dari peraduannya.
...untuk sujud panjang yang entah bagaimana ia selalu bisa meredakan jerit tangis punggung yang kelelahan menahan beban.
...untuk badai topan yang berhasil menyapu kejahiliyahan dalam diri.
...untuk udara yang masih berbaik hati mengisi tiap mikron tempat di alveolus.
...untuk awan, putihmu selalu mengalihkan duniaku.
Dan ...untuk mentari februari,
...maaf, karena di tahun ini saya selalu lupa menyapanya.
Adalah februari, yang disebaliknya tersembunyi satu hari tambahan setiap tahun kabisat
Adalah februari, yang karenanya, Mall-mall besar mendadak berhias merah jambu *apasih
Adalah februari, yang terdapat satu hari dimana manusia-manusia pengekor saling bertukar coklat.
Adalah februari, bulan yang menurut saya paling cantik diantara bulan-bulan lainnya.
Adalah februari, bulan yang selalu berhasil membuat hati saya mencelos setiap menuliskan tentangnya.
Dan juga, adalah februari...
yang tak pernah absen mengurangi satu demi satu bilangan tahun saya di dunia
22 tahun usia saya kini. Badai februari membuat saya lupa tanggal 11. Genap usia saya 22 tahun di tanggal 11 kemarin.
Tepat di tanggal itu saya harus bimbingan skripsi, seperti biasa, adrenalin saya terpacu tiap kali menghadap dosen skripsi. Selesai bimbingan, muka saya kusut. Tak ada bedanya lah dengan baju yang belum disetrika, lemah letih lesu lunglai semua bercampur aduk jadi satu. Saya pun pulang kekosan, menanti Mbak Hapzah (teman kkn saya). Dia katanya mau mengcopy film. Hmm.. rupanya mbak hapzah menangkap ada ketidak beresan dalam air muka saya petang itu. Dan tumpahlah penat saya seharian itu pada mbak Hapzah (thanks a lot, mbak, huks *srooot :'(..
Dan..
Tadaaa!! Tiba-tiba muncul Rinda dan Hime dari balik pintu kamar saya sembari menenteng sekotak kue lengkap dengan lilin kecilnya. Subhanallah surprise sekali. Seketika saya jadi sumringah. Agak tersentak juga sih menyadari "oh iya ya hari ini saya ultah" *plak! Dan karena lapar sekali, kami pun memutuskan untuk meneruskan cerita-cerita ditempat makan.
Di tempat makan muncul lagi hantari, bundo Siti, dan Rena, lagi-lagi menenteng sekotak brownies berhias lilin. Saya lagi-lagi speechless. Dan berkumpullah kami dalam satu meja. Akrab dalam canda dan tawa, walaupun sebagian baru saling kenal. Teman kkn, teman sekelas di kampus, dan teman permatagama berkumpul semua jadi satu. Aneh rasanya, jaring-jaring pertemanan yang saya tebarkan kini menjadi sebentuk lingkaran di meja makan.. Ya Allah.... betapa saya sangat mencintai mereka karenaMU. :'). Saya jadi teringat kata teman saya, ketika kita mengenal satu teman baru, sejatinya kita telah berhasil membuka jalan lain menuju ratusan jaring-jaring pertemanan. Karena kini temannya teman kita itu juga akan menjadi teman kita. Sekarang terbukti. Subhanallah. :')
Terimakasih untuk kalian semua atas surprisenya, ditengah kegalauan masa-masa tugas akhir saya, lilin kalian bagaikan cahaya ditengah kegelapan *tsah. Terimakasih untuk kadonya, kado dari temen-temen sekelas, temen-temen kkn, dan teman-teman permatagama, i love u all. :')., *peluuk...
Dan untuk teman-teman menggila Permatagama, kalian sukses bikin deyni bad mood karena menunggu kalian, huks. Waiting is a boring thing ternyata. Dan kartu bertuliskan "Keep ontime!!" cukup berhasil mendamprat deyni. haha. Terimakasih juga buat 'kecoa' yang berhasil membuat suasana ceria di tengah bad mood nya kalian yang marah karena saya makan duluan, haha. (Beneran loh deyni ga takut kecoa, cuma pas deyni mau nangkep itu kecoa, keburu ditangkap Hime. hhe *noyorkepalakecoa). Kado kalian so green!! hhi.
Ada lagi kado spesial dari teman lingkaran saya. Kado cantik berwarna pink, plus sebuket bunga mawar, ditambah sekotak agar-agar. Jazakumullah khairan katsiron, solihah semua. Uhibbukum fillah. *hug. (lain kali jangan diemin deyni lagi dong, deyni kira itu beneran, huks. micyu :*. )
Dan untuk Papa, Mama, dan adik saya tercinta. Terimakasih atas ucapannya dipagi buta. Deyni akan tagih janji Papah ngasih kado ntar kalo deyni mudik, huks. Kangen mereka Ya Allah sungguh. Cium jarak jauh dari teteh. *Cups *fyuh....
Ya Allah, aku tanpaMU butiran debu.T_T... 22 tahun ya? Ya Allah *garuk-garuk tembok.
Malam berlalu,
Tapi tak mampu kupejamkan mata dirundung rindu
kepada mereka
yang wajahnya mengingatkanku akan surga
wahai fajar terbitlah segera,
agar sempat kukatakan pada mereka
"aku mencintai kalian karena Allah."
Umar ibn Al-Khaththab
Saya bisikkan rasa terimakasih saya...
...untuk hujan yang setia menyumbangkan ketenangan diteriknya padang ujian.
...untuk sepi yang berkelindan diantara gemuruh kesibukan.
...untuk ketenangan yang dengan kesabarannya memaksa air lakrimal keluar dari peraduannya.
...untuk sujud panjang yang entah bagaimana ia selalu bisa meredakan jerit tangis punggung yang kelelahan menahan beban.
...untuk badai topan yang berhasil menyapu kejahiliyahan dalam diri.
...untuk udara yang masih berbaik hati mengisi tiap mikron tempat di alveolus.
...untuk awan, putihmu selalu mengalihkan duniaku.
Dan ...untuk mentari februari,
...maaf, karena di tahun ini saya selalu lupa menyapanya.
Adalah februari, yang disebaliknya tersembunyi satu hari tambahan setiap tahun kabisat
Adalah februari, yang karenanya, Mall-mall besar mendadak berhias merah jambu *apasih
Adalah februari, yang terdapat satu hari dimana manusia-manusia pengekor saling bertukar coklat.
Adalah februari, bulan yang menurut saya paling cantik diantara bulan-bulan lainnya.
Adalah februari, bulan yang selalu berhasil membuat hati saya mencelos setiap menuliskan tentangnya.
Dan juga, adalah februari...
yang tak pernah absen mengurangi satu demi satu bilangan tahun saya di dunia
22 tahun usia saya kini. Badai februari membuat saya lupa tanggal 11. Genap usia saya 22 tahun di tanggal 11 kemarin.
Tepat di tanggal itu saya harus bimbingan skripsi, seperti biasa, adrenalin saya terpacu tiap kali menghadap dosen skripsi. Selesai bimbingan, muka saya kusut. Tak ada bedanya lah dengan baju yang belum disetrika, lemah letih lesu lunglai semua bercampur aduk jadi satu. Saya pun pulang kekosan, menanti Mbak Hapzah (teman kkn saya). Dia katanya mau mengcopy film. Hmm.. rupanya mbak hapzah menangkap ada ketidak beresan dalam air muka saya petang itu. Dan tumpahlah penat saya seharian itu pada mbak Hapzah (thanks a lot, mbak, huks *srooot :'(..
Dan..
Tadaaa!! Tiba-tiba muncul Rinda dan Hime dari balik pintu kamar saya sembari menenteng sekotak kue lengkap dengan lilin kecilnya. Subhanallah surprise sekali. Seketika saya jadi sumringah. Agak tersentak juga sih menyadari "oh iya ya hari ini saya ultah" *plak! Dan karena lapar sekali, kami pun memutuskan untuk meneruskan cerita-cerita ditempat makan.
Di tempat makan muncul lagi hantari, bundo Siti, dan Rena, lagi-lagi menenteng sekotak brownies berhias lilin. Saya lagi-lagi speechless. Dan berkumpullah kami dalam satu meja. Akrab dalam canda dan tawa, walaupun sebagian baru saling kenal. Teman kkn, teman sekelas di kampus, dan teman permatagama berkumpul semua jadi satu. Aneh rasanya, jaring-jaring pertemanan yang saya tebarkan kini menjadi sebentuk lingkaran di meja makan.. Ya Allah.... betapa saya sangat mencintai mereka karenaMU. :'). Saya jadi teringat kata teman saya, ketika kita mengenal satu teman baru, sejatinya kita telah berhasil membuka jalan lain menuju ratusan jaring-jaring pertemanan. Karena kini temannya teman kita itu juga akan menjadi teman kita. Sekarang terbukti. Subhanallah. :')
Terimakasih untuk kalian semua atas surprisenya, ditengah kegalauan masa-masa tugas akhir saya, lilin kalian bagaikan cahaya ditengah kegelapan *tsah. Terimakasih untuk kadonya, kado dari temen-temen sekelas, temen-temen kkn, dan teman-teman permatagama, i love u all. :')., *peluuk...
Ada lagi kado spesial dari teman lingkaran saya. Kado cantik berwarna pink, plus sebuket bunga mawar, ditambah sekotak agar-agar. Jazakumullah khairan katsiron, solihah semua. Uhibbukum fillah. *hug. (lain kali jangan diemin deyni lagi dong, deyni kira itu beneran, huks. micyu :*. )
Dan untuk Papa, Mama, dan adik saya tercinta. Terimakasih atas ucapannya dipagi buta. Deyni akan tagih janji Papah ngasih kado ntar kalo deyni mudik, huks. Kangen mereka Ya Allah sungguh. Cium jarak jauh dari teteh. *Cups *fyuh....
Ya Allah, aku tanpaMU butiran debu.T_T... 22 tahun ya? Ya Allah *garuk-garuk tembok.
Malam berlalu,
Tapi tak mampu kupejamkan mata dirundung rindu
kepada mereka
yang wajahnya mengingatkanku akan surga
wahai fajar terbitlah segera,
agar sempat kukatakan pada mereka
"aku mencintai kalian karena Allah."
Umar ibn Al-Khaththab
Langganan:
Postingan (Atom)

