Kamis, 06 Agustus 2015

what time is it where u are?



Hey kamu! Iya kamu siapa lagi, kapan kita menggila lagi? Hidup akhir akhir ini menjadi terlalu waras. Fyuh...

Diskusi kacau sesama mahasiswa tingkat empat.
A : besok sabtu kemana gitu yuk sebelum uts
sya: gembira lokaaa....
A,B,C : *mendelik serempak... boseeeennnn
Sya: taman pintar???
B: yuk. Belum pernah nih seumur hidup ke taman pintar. lol
Sy : beuh mantep kan sebelum uts ke taman pintar dulu biar tambah pintaaarrr..
A : Oh iya bener setuju!!
ckckck... mahasiswa kacau. wkwkwk

Senin, 13 Juli 2015

hariring jaman SD

Ilahi lastu lilfirdausi ahla,
Walaa aqwa 'ala naaril jahiimi
Fahabli taubatan waghfir dzunubi,
Fainaka ghafirudz- dzanbil 'adzimi...

Dzunubi mitslu a'daadir- rimali,
Fahabli taubatan ya Dzal Jalaali,
Wa 'umri naqishu fi kulli yaumi,
Wa dzanbi zaaidun kaifa -htimali..

Ilahi 'abdukal 'aashi ataak,
Muqirran bi dzunubi Wa gad di'aaka
Fain taghfir fa anta lidzaka ahlun,
Wain tadrud faman narju siwaaka...

Wahai Tuhanku...aku sbetulnya tak layak masuk surgaMU.
Tapi...aku jg tak sanggup menahan amuk nerakaMU.
Karena itu m0h0n terima taubatku ampunkan d0saku,
sesungguhnya Engkaulah maha pengampun d0sa-d0sa besar.

D0sa-d0saku bgaikan bilangan butir pasir.
Maka berilah ampunan oh Tuhanku yg Maha Agung

setiap hari umurku terus berkurang sedangkan d0saku terus menggunung,
bagaimana aku menanggungkannya..

Wahai Tuhan,hambaMU yg pend0sa ini dtg bersimpuh kehadapanMU
mengakui sgla d0saku
mengadu dan mem0h0n kpdMU.

Kalau Engkau ampuni itu krn
Engkau sajalah yg bsa mengampun.
Tp kalau Kau t0lak,kpd siapa lg kami m0h0n ampun selain kpdaMU?


~negri 5 menara hal 143~

Senin, 15 Juni 2015

mau nulis apa ya? lupa.

Saya baru sadar, kalo lupa itu adalah nikmat...
Beneran deh. Saya lagi serius ini mah.
Saya sering lupa. Tapi ini adalah lupa terlezat yang pernah saya alami.

Bayangkan! *udh dibayangin?*
Siangnya saya nangis, sore tidur, malamnya udh bsa ketawa. Lupa saya seriusan knp tadi siang bisa lebay banget gitu.

Atau smlm sblm tidur, kayaknya idup saya beraaaattt bgt. Pikiran penuh ngalahin masalahnya indonesia deh. Tapi bangun tidur kok enteng bet ya idup saya sbnernya. Tinggal bernafas doang kan? Amnesia gitu smlm habis mikirin apa. Wkwkwk *gajelas banget idup lo.

Masya Allah seneng dah bisa lupa. Seriusan ini mah, seandainya lupa itu berwujud orang. Udah saya traktir ayam geprek yang di deket sagan. Sumpah deh tu ayam geprek enak bener. Pake keju coba gahol bet kan tuh ayam. Murah lagi. Bisa pesen aneka susu pula. *eh kok jd kesini. Ngomongin apa sih tadi? Tuh kan jadi lupa. Ah elu sih ngomongin traktiran. Kan jadi laper....

Sabtu, 06 Juni 2015

bedah buku muhammad the messenger

July 15, 2010 at 8:22am
Bedah buku "Muhammad The Messenger", yaitu Siroh Nabawi yang di Novelkan...
Bersama Ust. Salim A Fillah, penulis buku-buku Best Seller...
Di Selasar Mesjid Kampus UGM
Jumat, 9 Juli 2010



Bismillahirrahmaanirrahiim....

Banyak buku-buku Siroh yang telah terbit, namun kebanyakan Siroh tersebut ditulis dengan sangat hati-hati, para penulis takut jika deskripsinya terlalu berlebihan maka penulis pun mengambil kalimat-kalimat yang aman. (pokoknya penjelasannya panjang, mohon maaf saya mendengarnya di awal kurang serius jadi tidak dong/ga ngerti,,,dengan sangat menyesal maaf maaf..^_^.)

Dalam Al-Quran, surat Yusuf (menurut siapaa gitu, saya tak begitu mendengar), adalah roman yang paling indah. Bagaimana tidak? Kisah Yusuf diceritakan dimulai dari kehidupannya bersama saudaranya, kemudian saudaranya memasukkannya ke dalam sumur, diselamatkan oleh musafir, dijadikan budak, dijual, difitnah oleh Imraatul Aziz, masuk penjara, kehidupannya dipenjara, jadi bendaharawan Mesir, hingga kemudian dipertemukan lagi dengan keluarganya....
(Subhanallah.... kalo filmkan, pasti ngalahin liku kehidupannya Laskar Pelangi, hhe)

"Dan semua kisah Rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu, dan didalamnya telahdiberikan kepadamu (segala) kebenaran,nasihat dan peringatan bagi orang yang beriman" (QS.Hud:120)
Al Quran menceritakan kisah Nuh, 500th Nabi Nuh berdakwah, tapi pengikutnya dapat dihitung jari...Begitulah Allah menghibur Nabi Muhammad...(Subhanallah...)

Kemudian ada kisah Nabi Musa, Nabi Musa adalah nama yang paling sering disebut dalam Al-Quran, untuk mengokohkan hati Nabi Muhammad.
Perbedaan Musa dan Muhammad:
1. Muhammad, dianugerahkan fisik yang sempurna, beliau tampan, fisiknya sempurna, menguasai berbagai macam logat Arab, komunikasinya lancar. Sementara Musa, Musa cedal, lidahnya rusak ketika kecil, Musa kecil disuruh Firaun untuk memilih antara minuman dan bara Api, jika Musa memilih Air, maka Musa akan menjadi ancaman bagi Firaun-begitu pikir Firaun, tapi kemudian Musa memilih bara Api, dan bara tersebut ia makan hingga ketika dewasa bicaranya kurang sempurna.

2. Musa harus berdakwah dan melawan orang yang paling berhutang budi dalam hidupnya. (Astaghfirullah...Bayangkan kawan, jika kita jadi Musa, betapa berat tanggung jawabnya ini, Ataghfirullah.)

3. Muhammad sejak kecil dikenal sebagai seorang yang bersih, dikenal Al-Amin, tapi Musa, dia pergi dengan membawa catatan kriminal dengan membunuh. Kalau misal kita dikenal buruk di Aceh kemudian harus dakwah di Jawa sih gak masalah, ini kalo kita dikenal narapidana di Aceh kemudian dakwah pula di Aceh, subhanallah,,,,berat sekali cobaan ini.

4. Musa dan Bani Israil tidak satu frekuensi. Misalnya dalam surat Al-Baqarah:61, "Dan (ingatlah) ketika kalian berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar dengan satu macam makanan saja. Sebab itu, berdoalah kamu, untuk kami, kepada Tuhanmu...."
(Rewel banget sih Bani Israil...ckckckk, ini menurut buku Saksikanlah bahwa Aku Seorang Muslim-nya Salim A Fillah lho),
perhatikan, Tuhanmu, bukan Tuhan Kami, kemudian ketika dikejar tentara Firaun sementara didepan adalah Laut Merah, Bani Israil panik, "aduh kita akan tertangkap, kita akan tertangkap"...Namun Musa menenangkan dengan menyebutkan bahwa, Sesungguhnya Allah bersamaku, bukan Sesungguhnya Allah bersama Kita...

(Demikianlah sebuah kisah/sejarah dapat menguatkan keistiqomahan dan perjuangan Muhammad)

Maka, Al-Quran, tidak dapat dipisahkan dengan Siroh, karena...
1. Sejarah adalah sebagai pembelajaran
2. Sirah Nabawiyah punya tempat/kedudukan yang sejajar dengan Al-Quran
3. Sahabat-sahabat Rasul, langsung berpegang dan mempraktekkan Al-Quran.

Dari Siroh, kita juga dapat belajar bagaimana Rasulullah menafsirkan suatu Ayat dalam Al-quran. Misalnya dalam QS.At-Taubah:84..
Kurang lebih Ust Salim bercerita seperti ini...
Pada zaman Rasul, ada orang munafik meninggal, kemudian Rasul ikut menyolatkannya dan memohonkan ampun atasnya kepada Allah.
Namun dalam Surat At-Taubah dikatakan bahwa Sesungguhnya Muhammad disolatkan atau tidak disolatkan sama saja bagi Allah, ia tak akan diampuni...
namun atas ayat tersebut Rasul menafsirkan bahwa jika sama saja antara disolatkan dan tidak disolatkan, maka aku akan memilih menyolatkannya...(subhanallah, mulia sekali akhlak beliau)
Kemudian dikatakan pula bahwa Sesungguhnya meskipun engkau Muhammad memintakan ampun sebanyak 70 kali maka Allah tetap tak akan mengampuni, namun sekali lagi dengan akhlaknya yang luar biasa Rasul mengatakan bahwa maka ia akan memohonkan ampun atasnya lebih dari 70kali...Subhanallah....T_T...




Dasar hukum syair dan nyanyian ada dalam QS Lukman ayat 6.

notes:
Saking penyayangnya Rasul, hampir semua barang ia kasih nama, bahkan kendinya sekalipun ia beri nama...Subhanallah....



(Hingga sampailah pada suatu statemen yang membuat saya sangat tergelitik,hhe)
Kenapa zaman sekarang para pejabat yang korupsi uang rakyat malah bangga? Karena yang ditanamkan oleh otrang tuanya sejak kecil adalah kisah si kancil anak nakal yang suka mencuri timun, si kancil yang cerdas dan dapat mengalahkan buaya, singa, dan lolos dari maut...
Oleh karena itu para pejabat sekarang senang mencuri uang rakyat dan dengan cerdiknya dapat mengalahkan hukum dan lolos dari jerat hukum....
Astaghfirullah...

(Demikianlah sobat, maka kesimpulan yangd apat saya ambil bahwa, betapa pentingnya faham mengenai Sejarah Nabi Muhammad, karena beliau adalah suri tauladan kita. Sebagaimana para pejabat sekarang yang mentauladani Kancil...hho....Semangat!!! Sampaikan Walau satu Ayat.... Harapan itu masih ada! Billahitaufik wal hidayah...)

Wassalamu'alaikum wr.wb...^_^

aku lelah, apa aku mundur saja dari jalan ini?

December 2, 2011 at 8:39pm


Ia, tertunduk lesu, berjalan mendekatiku dengan langkah gontai. Perlahan ia duduk bersila dihadapanku. Sementara aku hanya memperhatikannya dalam diam.
Lama ia terdiam, dan akhirnya dengan helaan nafas panjang, ia berkata..
"Aku lelah, apa aku mundur saja dari jalan ini?"  ia masih menunduk, seakan menghindari sorot mataku.
Perih hati ini mendengarnya. Pedih.

Selanjutnya ia berucap tentang berbagai alasan.
Tentang masa luangnya yang sempit untuk dakwah

Tentang keluarga dan berbagai tuntutan mereka
Juga bahwa ilmu dunia perlu ia jadikan priorotas utama
Atau berbagai hujjah lain yang seolah akan memaklumkan keinginannya untuk menghentikan langkah.

Maka, kuminta ia untuk menatap mataku dalam-dalam. Kugenggam tangannya erat.

Akhi, bagaimana jika, dahulu Rasulullah berpikiran sama denganmu?”
Mungkin saat terguncang jiwanya demi menyaksikan para sahabat tercinta yang didera siksa oleh para kafir Quraisy
Atau saat ia bersujud di depan Ka’bah dan dijerat lehernya dengan temali yang kasar, diletakkan kotoran unta di atas punggungnya, lalu anandanya datang menangis tersedu kepadanya, tapi ia justru berkata, “Anakku, Allah bersama ayahmu…”
Mungkin waktu ia dicecar oleh kerikil dari para bocah Thaif. Lalu berdarah-darah tubuhnya, dan gerimis perasaannya
Atau saat diludahi tepat di wajahnya, atau waktu diletakkan kotoran di depan pintu rumahnya
Atau saat kaumnya merencanakan pembantaiannya dan ia harus meninggalkan kampung halamannya yang tercinta?
Akhiku yang jiwanya sedang meragu,
Bukankah Rasulullah punya alasan yang lebih kuat darimu?
Tapi pernahkah kau jumpai ia dalam sesal sebab telah terpilih menjadi seorang Rasul?
Pernahkah kau temukan sirah dimana ia mengeluh dan memilih untuk berhenti menyampaikan risalah ini?
Pernahkah akhi? Pernahkah….?

Lalu dengan sisa-sisa keyakinannya,ia kembali berhujjah dengan bibir yang gemetar,
“Tapi aku tak pantas berada di jalan dakwah ini,akhi…” katanya
Maka kueratkan kembali dekapanku. Meski berat rasanya, kucoba sadarkan nuraninya yang mungkin sedang dilanda kalut, kukatakan padanya:
"Kau pikir siapa yang sanggup menanggung amanah ini?
Amanah yang bahkan bumi, langit, dan gunung pun enggan mengembannya?
Amanah yang dahulu hanya diperuntukkan bagi para Nabi dan Rasul yang suci jiwanya?
Sebuah beban yang beratnya adalah nyata, yang jalannya sepi dan penuh duri. Yang dengannya harus tercurah segala milik diri.
Kau pikir siapa yang sanggup untuk mempertanggungjawabkan jiwa-jiwa yang kita tunjukkan jalan cahaya ini?
Mempertanggungjawabkan semua dakwah yang kadang tidak mendakwai diri kita sendiri?
Mempertanggungjawabkan semua ucap yang keluar dari lisan-lisan kita, lalu bergidik mendengarkan ayat Allah yang menghujam kita dengan peringatan…
Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. (QS. Al Shaff: 2-3)
Kau pikir siapa yang sanggup berdiri di hadapan Allah kelak, dengan semua alasan yang kini sering kita keluhkan pada orang yang memimpin kita?
Semua pembenaran atas ketidakmampuan kita untuk bertahan lebih kuat?
Dan berbagai amanah yang kita mangkir darinya?
Kau pikir siapa yang sanggup, wahai akhifillah???

Akhi, duduklah sejenak. Temukan dirimu yang masih dalam semburat cahaya hidayah. Dapati dirimu bahwa kalaupun kau mundur, maka tidak banyak yang akan berubah, bukankah Allah telah menjanjikan kemenangan?
Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi. (QS. Al Fath: 28)
Kemenangan yang pasti, dengan atau tanpa kita. Lalu posisi kosong akan selalu diisi oleh generasi yang lebih indah akhlaknya. Yang lebih mantap ilmunya. Yang lebih teguh keyakinannya. Dan yang lebih percaya pada semua kemuliaan yang telah dijaminkan Allah untuknya."

Hening sesaat. Kubiarkan kalimat itu meresap.

"Akhi, tetaplah berjuang, seberapa berat apapun ia. Sebab kita telah berjanji untuk tetap saling bergandeng dalam suka dan duka. Dalam dekap ukhuwah. Dalam untai doa penuh cinta. Dan biarlah Allah saja yang menentukan, jiwa-jiwa yang pantas untuk menjadi penolong agamanya. Wallahu a’lam."

Lalu ia pun diam tergugu berguncang bahu...

kajian KRPH: dari perubahan individual menuju perubahan sistemik

August 6, 2010 at 3:03am
Bismillahirrahmaanirrahiim...
Ini adalah catatan ketika saya mengikuti KRPH (Kajian Rutin Pagi Hari) di Mesjid Mardlyah UGM...
Sebenarnya waktunya sudah lama, tapi saya jadi tergugah melihat temen-temen lain yang begitu produktif menulis sesuatu di notes tentang ilmu yang di dapat dari suatu kajian...
Kajian ini bertemakan berkenaan dengan semakin dekatnya bulan Romadhon. Mudah-mudahan bermanfaat untuk menjadi bahan persiapan menyambut bulan yang pernuh berkah nanti...Amin..
Yuk kita pantengin..... hhe...



Judul: Dari perubahan Individual menuju perubahan Sistemik
Oleh: Ust Salim A Fillah
Tempat: Mesjid Mardlyah UGM
Tanggal 8 Juli 2010
Pukul: 05:30 WIB

Perbedaan puasa masa rsulullah dan masa sebelum Rasulullah SAW:
1. Beda waktunya, puasa sebelum zaman Rasulullah biasa dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15, kemudian puasa As Syuro... Jadi tiap bulan puasa 3 hari berturut-turut... Jadi setiap tahun jika dijumlah puasa dilakukan 3X12= 36 hari..
Puasa tiga hari ini merupakan puasa menangnya Musa atas Firaun..
Sementara pada masa Rasulullah diganti dengan puasa 1 bulan penuh di bulan Ramadhan dan 6 hari di bulan Syawal, total 36 hari. Itulah sebabnya mengapa ketika kita berpuasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan kemudian 6 hari Syawal bagaikan puasa 1 tahun...

2. Saum di zaman dulu tidak sahur. Dan dilakukan dari bangun tidur hingga Isya. Lebih berat. Karena orang zaman dahulu melakukan kerja yang berat di siang harinya, bekerja di ladang di bawah teriknya matahari, dan biasanya ketika pulang langsung tidur, misalnya jika terbangun setelah melewati Isya misal jam 9 malam, maka begitu ia bangun harus langsung puasa lagi hingga esok hari (Kan puasanya dimulai semenjak bangun), dan itu dilakukan terus-terusan selama 3 hari berturut-turut (kadang tak sempat makan selama 3 hari itu), astaghfirullah bisa kebayang kalo sebulan penuh...ckckckck
Kemudian pada masa Rasulullah, setelah turun Surat Al-Baqarah ayat 183-187 ketentuan puasa jadi ada sahur, trus dilakukan satu bulan penuh.

Perubahan individu yang dapat berpengaruh menjadi perubahan sistemik:
1. Ma'rifatun Nafs (Mengenal diri)
*Ramadhan adalah momen penting untuk kita bisa mengenali diri dan mengukur dirinya sendiri sejauh mana kemampuan atau kecenderungan kita berbuat dosa. Karena pas Ramadhan tidak ada faktor eksternal yang menjerumuskan kita ke dalam dosa. Pas Ramadhan, variable-variable yang menyeret kita menuju dosa telah dikurangi. Tidak ada hawa nafsu (karena dalam keadaan lapar), dan syetan dibelenggu......(Subhanallah...iya ya? Asa kacida mun angger ngalakukeun dosa teh,ckckckk)
Sebagaimana sabda rasul: " Tidak sempurna iman seseorang hingga hawa nafsunya tunduk pada Rasul (ketaatan)."

*Terlebih lagi, beribadah di bulan Ramadhan semangatnya beda, kita beribadah secara kolektif. Mesjid saja yang tadinya sepi mendadak jadi penuh. (Orang-orang benar-benar dikondisikan untuk berfastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan)

*(Ada salah satu statemen lucu yang dilontarkan oleh ust Salim..hha)
Kita kan begitu selesai Ramadhan pas malam takbiran suka ada arak-arakan sambil pukul bedug, bergembira suka cita seolah-olah terbebas dari sesuatu, merayakan berlalunya bulan Ramadhan. Padahal harusnya kita teh gembira pas awal Ramadhan, jadi kita sambut kedatangan Ramadhan. kenapa? Karena yang bergembira suka cita pas selesainya bulan Ramadhan itu adalah Syetan... Belenggunya dilepas, terbebas..horeee... (Haha... halig tah nu sok arak-arakkan pas malem takbiran sabangsaning S**tan..wkwkwk..Piss..^_^)


2.Makanlah makanan yang halal dan Toyib (baik)
Pas puasa, muntah dengan sengaja itu membatalkan puasa.
Ketika misalnya kita makan sahur, begitu sampai di tekak kita baru tahu kalo itu makanan haram, kemudian langsung dimuntahkan. Maka puasanya batal tapi jangan lantas makan, teruskan sampai selesai puasanya. (Ini berkaitan dengan ilmu fikih, karena perlu ada waktu khusus untuk membahas fikih jadi Ust. Salim tidak membahas lebih dalam).
Intinya, orang Madinah lebih hati-hati terhadap makanan yang haram daripada puasanya. Jadi lebih baik batal daripada makan yang haram.
Karena halal haramnya makanan berkaitan dengan terijabahnya doa kita.

*"Sesungguhnya Allah itu dekat."
Allah menjawab setiap doa, asal ketika Allah memanggil (Adzan) langsung datang. ...(Astaghfirullah...T_T)

*Ada satu kisah, seorang musafir yang tengah berpuasa berdoa dengan menengadahkan tangannya.
Bayangkan! Musafir adalah orang yang mudah diijabah doanya. (keur teh musafir, puasa deuih.) Kemudian orang berpuasa doanya diijabah. Dan jika kita berdoa sembari menengadah, maka Allah akan malu jika tidak mengabulkannya, itu adalah firman Allah. Ketiga faktor diatas, yaitu musafir, Puasa, dan tangan menengadah yang merupakan faktor mudahnya doa seseorang diijabah. Tapi ternyata Allah tidak mengabulkan doa musafir tersebut. Karena apa???? Karena ia berdoa mengenakan pakaian haram. Astaghfirullah...sedemikian berpengaruhnya sesuatu yang haram....

*Dikisahkan, dulu Sa'ad bin Abi Waqas sangat dicintai oleh Rasul. Saking cintanya Rasul pada Sa'ad Rasul mengatakan bahwa Ayah dan Ibunya sebagai tebusannya (Wallohu'alam maksudnya), padahal Rasul jarang mengatakan Ayah dan Ibunya secara bersamaan sebagai tebusan.(Sekali lagi wallohu'alam maksdunya, disini hanya ditekankan bahwa saking cintanya Rasul terhadap Sa'ad)
Rasul mengatakan pada Sa'ad, mintalah sesuatu wahai Sa'ad maka aku akan mendoakan untukmu..
Coba bayangkan jika kita ada diposisi Sa'ad, apa yang akan kita minta pada Rasul? Masuk Surga? Atau bahagia dunia akhirat misalnya??? (hhe...)
Tapi subhanallah, dengan cerdasnya Sa'ad mengatakan. "mintalah Ya Rasulullah agar doaku senantiasa diijabah. " ....(Subhanallah...enya nya pinter??Mun kita mah teu kapikir.hhe)
Rasul menjawab."Bantulah aku dengan memperbaiki makananmu."
Garisbawahi "memperbaiki makananmu", artinya makanlah makanan yang baik dan halal.

*Makanan haram itu selain menghijab doa, juga jika sudah tumbuh jadi darah dan daging tak layak menempati tempat kecuali neraka...(Astaghfirullah..). Karena daging yang haram akan berfrekuensi jika ada panggilan maksiat. Yang haram itu akan menarik yang haram juga.... (Astaghfirullah...Lindungilah kami dari hal-hal yang haram ya Allah...Amin...T_T)

3. Pembinaan Lisan
Orang yang ghibah (membicarakan keburukan orang lain) itu lebih buruk daripada memakan bangkai saudaranya sendiri....(Astaghfirullah..)
*Pas zaman Rasul, ada orang puasa disuruh muntah didepan orang banyak, dan ternyata isi perutny adalah daging-daging busuk, nanah, makanan busuk. Dan Rasul mengatakan bahwa yang keluar itu tak lebih buruk daripada yang masuk. Itu karena ghibah.... (Ya Allah...T_T)
*Masyarakat yang tak sehat itu adalah masyarakat yang sering Ghibah...(Iyalah..gada kerjaan laen apa selain ngerumpiin masalah orang).. Astaghfirullah...T_T

*Ketahuilah bahwa orang yang didzolimi dengan ghibah, kebaikan yang menghibah akan pindah ke orang yang didzolimi. "Ya Rasulullah, jika kebaikannya telah habis bagaimana?".(maksudnya kebaikan yang menghibah). " Maka keburukan yang didzolimi akan pindah ke yang mengghibah...." Astaghfirullahal'adzim... Innaalillahi wainna ilaihi rajiun....T_T

*Yng membatalkan puasa itu:
1.Makan dan minum
2. Haid
3.berhubungan suami istri di siang hari
Selain yang ketiga itu adalah yang membatalkan pahala. Ghibah ketika puasa dapat membatalkan pahala.
Bagaimana mungkin dia menghindari yang halal malah mendekati yang haram. (Maksudnya menghindari yang halal ialah ketika puasa kita kan ga makan dan ga minum termasuk yang halal sekalipun.)

Saudaraku...mari kita bermuhasabah...
Kita perbaiki diri dulu demi tercapainya perubahan sistemik itu...
Akhir kata..Wassalamu'alaikum wr.wb...
Sampaikanlah walau satu ayat...
Allahu Akbar!
Semangat!!!^_^
Met puasaaaaa.....
Mohon maaf ya, ukhti wa akhi....^_^

wanita yang dirindukan surga

Senangnyaaaa masih bsa buka notes yang numpuk di facebook yang udh jadul beut.

Dulu sebelum saya tau mengenai blog saya biasa nulis di notes fb. Nah skrg mari kita bedol desa. Wkwkkw

July 11, 2010 at 5:59am
Catatan TALK SHOW MUSLIMAH bersama Teh Ninih...
@Mesjid Nurul 'Ashri.
Sabtu, 10 juli 10



Bismillahirrahmaanirrahiim...

Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh, Umar bin Khatab ra. berkata:Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "sesungguhnya diterimanya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap org akan mendapatkan apa yang ia niatkan....

Oleh karena itu, pertama-tama mari kita luruskan niat...Bismillahhittawakkaltu Alallah Lahaula wala kuwata illa billah...

Wanita teladan..:
1.Siti Maryam
Nama Maryam disebut beberapa kali dalam ayat-Nya selain juga menjadi nama salah satu surah dalam Al-Quran. Ia adalah wanita solehah yang menjaga kesucian dirinya, mengisi waktunya dengan pengabdian yang tulus kepada Rabb-nya.
"Dan Maryam puteri Imran, yang menjaga kesucian kehormatannya. Kami tiupkan roh Kami dan ia membenarkan kalimah Tuhan-Nya dan kitab-kitab-Nya dan ia termasuk orang yang taat..." (At-Tahrim 66:16)
Maryam adalah tergolong dalam golongan wanita solehah. Kehormatannya terletak dalam kesucian, bukan dalam kecantikan.
Adapun jika kita ikngin mentauladani Maryam, dirikanlah solat malam. Banyak Maryam masa kini yang bangun jam 1 malam untuk Shalat, dan ia tak tidur hingga Subuh.

2. Siti Fatimah Az-Zahra
Kemuliaan Fatimah ada pada kesederhanaannya. Tetap ridho dengan apapun pemberian Allah. Dalam hidupnya Fatimah dan suaminya--Ali seumur-umur hidup mengontrak. Namun Fatimah tak pernah mengeluh. Fatimah wafat di usia 24 tahun. Subhanallah...
Fatimah masa kini adalah perempuan yang tak mau memperlihatkan kesulitannya terhadap orang lain, dan tak mengeluh. Namun dalam hal-hal tertentu kita juga boleh menceritakan kesulitan kita, jangan samp[ai mendzolimi diri. Misalnya, kita sakit, maka bilang ke orang tua, atau uang simpanan kita sebagai anak kost habis, bilang ke orang tua, jangan mendzolimi diri...^_^

3. Siti Khadijah
Bagi Rasul, tak ada perempuan yang dapat menggantikan Khadijah di hatinya. Beliau sangat cinta kepada Khadijah karena kesolehahan istrinya. Khadijah adalah contoh perempauan yang meletakkan dunia dalam genggamannya, bukan dihatinya, artinya Khadijah tidak cinta dunia.
Khadijahlah yang selalu menenangkan Rasul ketika Rasul dalam kesulitan.
Ini adalah tauladan yang baik bagi yang sudah bersuami, kalau misal suami di PHK, biasanya yang panik duluan teh Istrinya bukannya menenangkan suami dan mensupportnya.
Khadijah masa kini adalah perempuan yang sederhana, berpakaian sederhana, tak cinta dunia.
Contoh dalam aplikasi ke kehidupan sehari-hari adalah jika orang tua kita bertengkar, jadilah anak yang bisa memperantarai orang tua. Yang paling tenang dan menenangkan.
Seberat apapun cobaan, jadilah Akhwat yang kuat!!! Berjuang!!! ^_^

4.Siti Asiyah
Asiyah binti Mazahim adalah istri Fir'aun, yang hidup di bawah kekuasaan suami yang zalim. Asiyah yang teguh memberontak melawan dan mempertahankan keyakinannya walau apapun resiko yang diterimanya.
"Dan Allah menjadikan teladan bagi orang-orang yang beriman perempuan Fir'aun, ketika ia berdoa: Tuhanku, bangunkan bagiku rumah di Surga. Selamatkan aku dari Fir'aun dan perbuatannya. Selamatkan aku dari kaum yang zalim..." (At-Tahrim 66:11)

Adapun resep wanita yang mendapat Surga Allah, terdapat dalam Al-Quran surat Al-Imran ayat 14-17
"Dijadikan terasa indah dalam pandangan mausia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan disisi Allah-lah tempat kembali yang baik.
"Katakanlah, "Maukah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?" Bagi orang-orang yang bertakwa (tersedia) disisi Tuhan mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan pasangan-pasangan yang suci, serta rida Allah. Dan Allah Maha melihat hamba-hamba-Nya."
"(Yaitu) orang-orang yang berdoa, "Ya Tuhan kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab neraka."
"(Juga) orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar."

Kita tak bisa menuntut orang lain, tuntutlah diri sendiri terlebih dahulu.
Balaslah keburukan dengan kebaikan...
Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain...



Alhamdulillahirobbil 'alamin..

(Kajian yang disampaikan Teh Ninih banyak memberikan contoh mengenai kehidupan sehari-hari, penulis menambahkan sedikit notes diatas dari catatan-catatan di Majalah Mutiara Amaly)
Semoga bermanfaat...

"Sampaikan walau satu ayat."
"Harapan itu masih ada, sobat!"
SemangkA!!^_^